Menu

Brand Recall

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Brand recall, brand recognition dan Brand Awareness adalah “makanan sehari-hari” pekerja bidang marketing, tapi apa saja perbedaan ketiganya? Tahukah kamu apa perbedaan Brand Recall brand recognition, dan brand awareness yang merupakan “makanan sehari hari”. Tentu saja ketiga istilah ini berbeda, kendati sama-sama penting untuk keberlanjutan sebuah brand. 

Di artikel ini, Jobnas.com akan mendeskripsikan apa saja yang menjadi perbedaan ketiga istilah marketing ini. Yuk, pahami !

Definisi

1. Brand Recall

Dikutip dari Business Dictionary, brand recall merupakan ukuran kualitatif tentang seberapa baik nama brand dikaitkan dengan jenis produk atau kelas produk oleh konsumen. Biasanya, pengukuruan brand recall dilakukan melalui survei. Pertanyaan yang sering diajukan di antaranya “sebutkan model handphone sebanyak mungkin”

Ada dua bentuk brand recall yang harus kamu ketahui : 

  1. Aided brand recall, melibatkan penyajian daftar brand bersaing kepada responden survei. Pengukuran dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada mereka yang menguji seberapa baik mereka dapat mengidentifikasi brand kamu dan komponen iklannya.
  2. Unaided brand recall, melibatkan pemberian kategori produk kepada responden surveimu, dan mendorongnya untuk membuat daftar brand yang muncul dalam pikiran mereka.

Ada kemungkinan bahwa saat membeli konsumen akan lebih sering mengingatnya, jika sebuah brand memiliki brand recall yang tinggi. Dengan demikian, brand akan mendapatkan konsumen yang setia. Selain itu, brand recall juga dapat meningkatkan penjualan produk serta dapat dimanfaatkan untuk menghadapi persaingan dalam industri.

Baca Juga : What the Meaning of Email?

Ada tiga cara untuk meningkatkan brand recall : 

  1. Narrative marketing, yakni dengan membuat iklan dalam bentuk naratif atau cerita.
  2. Remarketing, yaitu dengan melakukan pemasaran ulang.
  3. Melakukan optimasi SEO.

2. Brand Recognition

Ketika sebuah brand dapat diidentifikasi oleh konsumen, maka itu artinya  brand tersebut telah memiliki Brand Recognition yang baik. Dikutip dari Investopedia, istilah brand recognition adalah konsep yang digunakan dalam periklanan dan pemasaran yang mengacu pada kemampuan konsumen untuk mengidentifikasi brand tertentu dari atributnya.

Indikator brand recognition dianggap berhasil ketika orang mampu mengenali merek melalui isyarat visual atau pendengaran seperti logo, slogan, kemasan, warna, atau jingle daripada secara eksplisit diekspos ke nama perusahaan.

Pengukuran untuk mengetahui apakah brand telah memiliki brand recognition yang baik dilakukan melalui riset pasar. Ini dilakukan untuk menentukan keberhasilan strategi brand recognition yang dijalankan.

Brand recognition juga penting agar brand dapat terlihat beda di mata konsumen dari kompetitor. Dengan demikian, brand dapat tetap unggul dari kompetitornya. Ada empat cara untuk meningkatkan brand recognition : 

  1. Bagikan konten sesering mungkin.
  2. Berinteraksi dan terlibat aktif dengan konsumen.
  3. Ikut serta menjadi bagian dari event atau campaign yang skalanya lebih besar.
  4. Bentuk komunitas dengan konsumen.

3. Brand Awareness

Salah satu istilah marketing yang cukup terkenal adalah brand awareness. Hal ini disebabkan karena ketika sebuah brand memiliki brand awareness yang kuat dapat dikatakan telah mengungguli kompetitornya. Dikutip dari Investopedia, brand awareness adalah istilah marketing yang menggambarkan tingkat pengenalan konsumen terhadap suatu produk dengan namanya.

Selain itu, untuk mempromosikan produk baru atau menghidupkan kembali brand lama, membangun brand awareness adalah langkah kuncinya. Ada empat cara untuk mengukur apakah sebuah brand telah memiliki brand awareness yang baik: 

  1. Traffic dari situs brand.
  2. Social engagement dari media sosial brand.
  3. Social listening yang didapatkan dari tag pengguna media sosial terhadap brand.
  4. Pencarian brand di search engine seperti Google.

Perbedaan Brand Recall, Brand Recognition dan Brand Awareness

Brand recall, brand recognition, dan brand awareness memiliki peran signifikan bagi sebuah brand. Akan tetapi, ketiganya memiliki perbedaan masing-masing. Strategi brand recall umumnya dilakukan ketika brand baru berkembang. Tujuan dari brand recall ini supaya konsumen dapat mengetahui brand serta produk atau layanan yang ditawarkan.

Baca Juga : Pahami Deep Web beserta Fungsinya yang Dianggap Berbahaya untuk Para User

Sementara itu, brand recognition seringkali dilakukan bersamaan dengan brand recall. Ini dikarenakan tujuan kedua strategi ini hampir sama. Setelah kedua strategi ini berhasil dijalankan, barulah strategi brand awareness diluncurkan. Ketika strategi ini diluncurkan, tujuannya adalah agar brand dapat mempertahan citranya di mata konsumen.

Itulah deskripsi dari Jobnas.com terkait perbedaan ketiganya. Kamu harus memahami tujuan dari strategi marketing tersebut, ketika menentukan strategi marketing yang tepat untuk brand ataupun produkmu.