Menu

Psikologi

Ghufron Writer
3 bulan yang lalu
0

Jobnas.com-Apabila kamu sedang merasa gelisah dan bosan saat harus bekerja dari rumah, barangkali kamu sedang mengalami masalah Cabin Fever. Jadi, Cabin Fever merupakan salah satu problem yang kerap kali mengancam para pekerja di saat WFH, lho. 

Lantas, apa sih sebenaranya Cabin Fever itu? Mengapa masalah semacam ini mesti terjadi ? Di artikel ini Jobnas.com akan menguraikannya untuk mu. Yuk, simak sampai tuntas !

Apa itu Cabin Fever ?

Menurut Healthline, secara definitif cabin fever adalah perasaan-perasaan yang muncul yang diakibatkan karena terlalu lama berada di suatu tempat terisolasi, karena hal-hal tertentu.

Bisa jadi, seseorang dapat mengalami perasaan-perasaan negatif seperti gelisah, sedih, hingga bosan karena berada di rumah terlalu lama

Istilah ini sebelumnya dikaitkan dengan orang-orang yang terkurung di rumah akibat musim dingin membatasi aktivitas di luar rumah. Seperti dilansir dari Kompas,  merasa terputus dari “dunia luar” juga bisa menyebabkan munculnya cabin fever.

Baca Juga: Sender Reputation, Sebuah Gambaran atas Kualitas di Mata Pelanggan

Ciri-ciri Mengalami Cabin Fever

1. Pola tidur tak teratur

Pola tidurmu semakin tidak teratur menjadi salah satu ciri kamu sedang mengalami cabin fever. Kamu akan semakin sulit untuk tidur di malam hari, dan semakin sulit untuk bangun di pagi hari. Bahkan, karena merasa lelah, kamu bisa tertidur di tengah hari. Barangkali kamu sedang mengalami Cabin Fever apabila kamu mengalami ciri-ciri semacam itu. 

2. Sulit Fokus

Pandemi Covid-19 berdampak pada segala hal, dari tata kehidupan, hingga mata pencarian. Berbagai berita yang muncul di media pun sebagian besar adalah berita buruk yang semakin berdampak pada kesehatanmu. 

Kamu pun juga dituntut untuk dapat bekerja dengan baik. Hal ini tentu menjadi beban pikiran tersendiri untuk seseorang sehingga tak heran jika mereka menjadi sulit fokus. Mereka akan selalu terbebani dengan pikiran yang muncul akibat pemberitaan tersebut. 

3. Mudah Lupa

Sering lupa menjadi ciri berikutnya yang muncul apabila kamu mengalami cabin fever. Hal ini disebabkan karena kecemasan dapat mempengaruhi memori. Menurut Calm Clinic, hal ini dikarenakan diproduksinya hormon stres yang mengakibatkan sulit mengingat hal-hal tertentu.

Baca Juga: Cek Kartu BPJS Kesehatan Aktif Atau Tidak

Selanjutnya, berhubungan dengan poin sebelumnya yaitu sulit fokus, ini juga membuatmu jadi lupa akan sesuatu. Pikiranmu menjadi terdistraksi dan sulit mengingat suatu peristiwa, perkataan, dan sebagainya.

4. Emosional

Kamu menjadi lebih emosional menjadi ciri lain kamu sedang mengalami cabin fever. Karena minimnya interaksi, kamu jadi memiliki ekspektasi lebih terhadap sesuatu. Hal inilah yang membuatmu dapat menjadi lebih emosional bahkan mudah tersinggung.

Hal yang Bisa Kamu Lakukan

1. Ke Luar Rumah

‘Ke luar’ rumah menjadi cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk menanggulangi cabin fever. Memang, pandemi menuntut kita untuk tetap di rumah agar penyebarannya dapat berkurang.

Dengan kata lain, maksud dari ke luar rumah di sini bukanlah untuk liburan ke objek wisata atau sejenisnya, namun kamu bisa dengan bersantai di teras rumah, bermain di kebun, dan sebagainya.

Bahkan, merawat tanaman juga termasuk salah satu yang disarankan agar kamu bisa merasakan interaksi dengan ‘dunia luar’. 

2. Miliki Rutinitas

Berikutnya, kamu dapat menjalankan suatu rutinitas baru yang selama ini belum sempat kamu lakukan.Nah, kamu pun bisa memanfaatkan waktu yang biasanya kamu luangkan untuk perjalanan ke kantor dan pulang, lho.  Misalnya, setelah bangun pagi kamu dapat berolahraga sejenak, menulis diari atau jurnal, dan sebagainya. 

3. Jaga Hubungan Sosial

Sebagai makhluk sosial, kamu perlu untuk menjaga hubungan sosial agar tidak merasakan jenuh dan cemas kala di rumah saja. Apabila biasanya kamu dapat bertemu dengan teman di suatu tempat, kali ini kamu dapat melakukannya secara virtual, lho. Tak ada salahnya bertelepon atau video call dengan teman lama di luar jam kantor agar interaksi sosial tetap terjaga.

4. Nikmati ‘me time’

Selanjutnya, ‘me time’ menjadi hal yang perlu kamu lakukan. Bisa dibilang me time ini adalah waktu untuk memberikan dirimu kebebasan dari apapun. Banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk menikmati me time, mulai dari mematikan notifikasi handphone, membaca buku, atau bahkan bisa menjalankan hobi lainnya.  Hal ini tentu saja dapat membuat perasaan negatif yang kamu rasakan menjadi sedikit terkurangi.

Baca Juga: Agar Kamu Tidak Stres, Ini Dia 5 Tips Menghadapi Atasan Gila Kerja

Nah, demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai beberapa ha tentang cabin fever. Apabila kamu tertarik dengan informasi serupa, kamu bisa membaca artikel Jobnas.com lainnya, lho.

Ghufron Writer
3 bulan yang lalu
0

Jobnas.com-Salah satu hal yang penting dilakukan setiap pekerja adalah mencari cara dan mengatasi burnout di tempat kerja. Burnout merupakan suatu kondisi mental yang kalau tidak dicegah akan sangat mengganggu setiap pekerja. 

Seorang psikolog cum penulis, Samanta Ananta, M.Psi, mengatakan bagaimana cara mengatasi burnout di tempat kerja. Lebih dari itu, ia juga mendeskripsikan bagaimana ciri-cirinya  serta cara mengatasinya ketika sedang work from home (WFH).

Perbedaan antara Stress dan Burnout

Sebelum kita lebih jauh mengetahui apa itu burnout, hal yang perlu kita pahami pertama kali adalah mengetahui perbedaan antara stress dan burnout. Masih menurut psikolog Samanta, ia menjelaskan bahwa stres lebih cenderung mengarah pada hal-hal umum. Hal itu berbeda dengan burnout yang sering kali dikaitkan dengan situasi pekerjaan. 

Baca Juga: Agar Keamanan Datamu Terjaga, Pahami Software Keylogger yang Sangat Berbahaya

Lebih dari itu, ia juga menjelaskan bahwa ciri-ciri orang yang mengalami burnout adalah merasa lelah secara terus-menerus, baik secara fisik maupun emosional. Ada juga ciri-ciri orang yang mengalami burnout mempunyai pandangan negatif terhadap pekerjaannya. Misalnya, baru mengetik sebentar di depan laptop langsung malas dan ada juga yang mengasingkan diri dari tugas-tugasnya.

Cara Mengatasi Burnout di Tempat Kerja

Tentu kamu semakin penasaran dong bagaimana sih sebenarnya mengatasi burnout di tempat kerja ? Hal yang harus kamu lakukan pertama kali adalah tidak mencampur urusan kantor dengan rumah.

Artinya, seseorang harus pandai dalam mengatur batasan antara kedua hal tersebut. Jadi, alangkah lebih baiknya selama di kantor tak perlu membawa urusan pribadi. Begitu juga saat di rumah, usahakan untuk tidak membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan.

Di samping itu, ia juga menyarankan untuk berolahraga dalam mengatasi burnout. Sebab, olahraga adalah siasat yang paling mudah untuk membuat otak kita aktif serta tubuh menjadi sehat.

Psikolog Samanta juga memberikan perihal tips mengatasi burnout saat WFH. Ia menyarankan untuk bergabung ke komunitas sesuai dengan hobi atau minat seseorang secara virtual dan berbagi cerita di sana saat waktu luang.

Lebih lanjut lagi, ia juga menganjurkan untuk tetap mengkonsumsi makanan bergizi serta menjaga pola tidur secara teratur.  Sebab, kesehatan fisik dan kesehatan mental saling mempengaruhi satu sama lain. Agar supaya tubuh dan otak berfungsi dengan benar, seseorang harus makan makanan bergizi.

Baca Juga: Dengan Mengetahui Peran Staf Pajak, Kamu akan Jadi Incaran Banyak Perusahaan

Terakhir, Samanta juga memberikan saran bagaimana memberi dukungan kepada rekan kerja yang sedang mengalami burnout. Ia menyarankan untuk menghibur rekan kerja tersebut supaya tertawa dan bahagia. Bagi Samanta, terapi tertawa menjadi salah satu terapi yang gratis dan paling mudah untuk dilakukan. 

Nah, demikianlah penjelasan Jobnas.com mengenai cara mengatasi burnout di tempat kerja. Hal yang tak boleh dilupakan adalah kamu harus mencintai dirimu dengan  mengupayakan work-life balance yang baik. Jangan sampai, kita hanya cinta kerja saja, tetapi tidak cinta kepada diri sendiri. 

Ghufron Writer
3 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – Terkadang permasalahan dalam keluarga bisa membuat orang merasa jenuh, bahkan stress. Sebab, biar bagaimana pun, masalah keluarga bukan tak mungkin menjadi beban pikiran yang mengganggu fokus dan kinerjamu di kantor. Jika kamu berada di posisi tersebut, barangkali kamu perlu membaca artikel ini. 

Jika diabaikan terus menerus, tentu akan menimbulkan masalah baru di tempat kerja. Terutama jika kamu sampai melakukan kesalahan karena masih memikirkan Masalah Keluarga. Nah, di artikel ini Jobnas.com akan memberikan 9 tips yang bisa kamu terapkan untuk meminimalisasi rasa stressmu. Yuk, simak sampai tuntas !

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Chartered Financial Analyst (CFA)

1. Jangan Menyangkal Apa yang Kamu Rasakan

Jangan berusaha menahan atau mengabaikan apa yang kamu rasakan merupakan cara menghilangkan Stres karena masalah keluarga yang paling pertama. Perasaan sedih, marah, kecewa, dan stress tidak akan bisa selesai jika kamu tidak mengakui bahwa kamu memang sedang mengalaminya saat ini.

Pada akhirnya, kamu hanya akan melupakannya sesaat saja tapi rasa itu akan datang kembali nantinya jika denial atau bersikap menyangkal terus-terusan. Sebaiknya, terimalah keadaan bahwa saat ini kamu memang sedang tidak baik-baik saja. Kemudian, baru kamu rencanakan cara selanjutnya untuk membuat perasaanmu menjadi lebih baik.

2. Luangkan Waktu untuk Melakukan Hal yang Kamu Suka

Nah, melakukan hal yang kamu sukai merupakan cara kedua yang mesti kamu lakukan, mulai dari:

-pergi ke restoran favorit

-menonton film atau variety show

-masak makanan favorit

-olahraga

-hobi lainnya

Sebab dengan melakukan aktivitas kesukaanmu, tentu saja menjadi sumber bahagiamu yang boleh kamu lakukan ketika merasa stres. Setidaknya dengan cara ini kamu bisa memperbaiki mood dan tidak terlalu terpuruk lagi meskipun tidak bisa mengatasi akar masalahnya. 

3. Cerita pada Orang Terpercaya

Bercerita pada orang terpercaya merupakan cara menghilangkan stres karena masalah keluarga selanjutnya. Meski demikian, apabila kamu merasa masalah keluarga ini terlalu private, kamu bisa menumpahkan apa yang ada di pikiranmu melalui tulisan.

Setidaknya, kamu tidak memendamnya yang hanya akan membuatmu merasa sendiri. Perasaan inilah yang justru memperparah stres yang kamu alami. Apabila diperlukan, kamu bahkan boleh, lho, bercerita pada tenaga profesional sekaligus berkonsultasi. Apalagi jika kamu benar-benar sudah kewalahan. Jangan dipendam sendiri dan mulai cari pertolongan, ya.

4. Coba Praktikkan Meditasi & Relaksasi

Pasti pikiranmu sedang ribut dan berkecamuk pada saat kamu merasa stres. Oleh karena itu, kamu bisa melakukan meditasi dan relaksasi agar supaya pikiranmu tenang sejenak. Dengan melakukan meditasi,, kamu akan berusaha mengatur nafas secara teratur.

Itulah saat di mana kamu mengalihkan 100% fokus pada nafasmu, yang akhirnya membantumu untuk menenangkan pikiran. Menurut Michigan State University, semakin rutin kamu mempraktikkan meditasi, semakin mudah kamu meraup manfaat dari teknik ini ketika kamu sangat membutuhkannya.

5. Rekrut Orang yang Bisa Membantumu di Rumah

Salah satu cara menghilangkan stres karena masalah keluarga berikutnya adalah dengan merekrut asisten rumah tangga.  Jika kamu adalah orang tua baru, tak heran jika terkadang ada saja masalah baru di keluarga terutama yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak.

Baca Juga: Hal yang Mengasyikkan dan Menguntungkan dari Instagram Story Template

Sementara di sisi lain, kamu masih harus bekerja secara profesional di tempat kerja. Kamu perlu jujur kepada dirimu sendiri jika memang bebannya sudah di luar kemampuan. Jadi, tak apa untuk merekrut suster atau orang lain yang bisa membantu meringankan bebanmu di rumah. Dengan begitu, beban dan sumber stresmu jadi berkurang.

6. Temukan Hobi Baru

Adakalanya kamu perlu mencoba menemukan hobi baru jika hobi yang selama ini kamu lakukan bahkan tidak cukup untuk bisa membuatmu merasa lebih baik. Menurut Psychology Today, orang dewasa yang memiliki hobi nonkomersial cenderung lebih bahagia di bandingkan mereka yang tidak memiliki hobi.

Jadi, silakan eksplorasi minatmu dan temukan hal baru yang bisa membuatmu excited dan bersemangat! Hobi baru ini juga bisa jadi cara andalan manajemen stres kamu ke depannya.

7. Fokuskan Energi pada Hal yang Bisa Kamu Kendalikan

Jangan berfokus pada hal-hal di luar kendalimu merupakan cara menghilangkan stres karena masalah keluarga selanjutnya. Sebab yang justru mengganggu dan menjadi beban pikiran adalah hal-hal yang tidak bisa kamu lakukan. 

Padahal, hal tersebut hanya akan melelahkanmu saja karena pada akhirnya kamu tidak bisa mengontrol atau mengubahnya. Jadi, alokasikan energimu pada hal yang ada di dalam kendalimu saja.

8. Coba Komunikasikan dengan Anggota Keluarga

Dikutip dari Psych Central, membicarakan apa yang menjadi masalah bagimu menjadi salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi stres karena keluarga. Jika memungkinkan, kamu perlu mencoba untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan sehat dengan anggota keluargamu. 

Jadi, coba tuntaskan masalah tersebut sesuai dengan kemampuanmu. Tak hanya bermanfaat untuk saat ini, komunikasi yang sehat juga akan berguna di masa depan ketika ada masalah baru.

9. Jaga Pola Makan dan Tidur

Menjaga pola makan dan tidur merupakan cara menghilangkan stres karena masalah keluarga yang terakhir. Ini merupakan  upaya minimum agar stresmu tidak bertambah. Pola makan yang tidak teratur bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan dan konsentrasi yang hanya akan menimbulkan stres tambahan.

Begitu juga dengan pola tidur. Tidur adalah cara utama untuk memulihkan energimu yang terserap setelah lelah bekerja. Jika tidurmu kurang berkualitas, jangan heran jika esok harinya kamu merasa semakin berat menghadapi masalah dan tuntutan di tempat kerja.

Baca Juga: Cara Daftar Kartu Prakerja Tahun 2023, Perhatikan Informasi Berikut!

Begitulah informasi dari Jobnas.com mengenai beberapa langkah dalam  menghilangkan stres akibat family issue atau masalah keluarga. Menjaga kesehatan mental dan memelihara ketenangan batin menjadi hal begitu signifikan dalam mempengaruhi performa di tempat kerja. Semoga setelah membaca tips di atas, kamu dapat bekerja secara lebih efektif lagi, ya. 

Ghufron Writer
3 bulan yang lalu
0

Jobnas.com-Dalam banyak hal, menumbuhkan dan menjaga motivasi memang bukan perkara yang mudah untuk dilakukan. Terutama ketika kamu sedang meniti karir. Nah, dengan memberikan Self Reward, setidaknya bisa menjadi salah satu cara untuk membangkitkan semangat dalam diri. Dengan self reward, kamu juga akan merasakan banyak dampak positif yang nantinya akan melekat pada diri mu. 

Baca Juga: Kenali Lebih Akrab Layanan Microsoft 365 Auto Sukseskan Kinerjamu

Lantas, apa saja hal baik dari self reward dan bagaimana melakukannya? Yuk, baca artikel Jobnas.com berikut ini !

Seberapa Penting Self Reward ?

1. Membuat Senang dan Termotivasi

Dikutip dari Stunning Motivation, agar supaya kita bisa melakukan lebih banyak hal, self reward adalah satu cara untuk dilakukan. Kamu bisa melakukannya dengan cara memberi kita hadiah atau imbalan atas apa yang sudah dicapai.

Pemberian hadiah pada diri sendiri terbukti mampu membuat mood menjadi lebih baik dan menjaganya tetap positif selama bekerja atau berusaha mencapai suatu tujuan. Hal ini dikarenakan kamu akan menerima hal yang disukai bisa memicu dopamine, yaitu zat kimia dalam tubuh yang membuat perasaan menjadi lebih senang.

2. Positive Reinforcement

Terbentuknya positive reinforcement merupakan salah satu dampak lainnya dari menerima self reward. Positive reinforcement merupakan sebuah pengulangan suatu perilaku sesudah mendapat imbalan atau hadiah atas hal tersebut. Apabila manusia tahu akan mendapat suatu hal baik, pada akhirnya mereka akan cenderung untuk melakukan sesuatu. Inilah cara membangun kebiasaan yang baik dan meningkatkan produktivitas.

3. Dibutuhkan Setiap Orang

Jangan lupa bahwa dirimu penting sesibuk apa pun atau setinggi apa pun planning mu dalam hidup. Dengan demikian, memberikan penghargaan bagi diri sendiri karena sudah berjuang dan mencapai hidup sejauh ini.

Kamu akan mengalami burn out terus menerus atau kehilangan motivasi bekerja, apabila tanpa pemberian self reward dan terus bekerja saja. Dikutip dari Jean Hailes, pemberian penghargaan pada diri sendiri adalah hal yang perlu untuk menjaga kesehatan mental yang baik.

Bagaimana Cara Memberi Self Reward ?

Kamu bisa melakukan pemberian penghargaan untuk diri sendiri dengan berbagai macam cara. Tentunya, masing-masing orang mempunyai definisi reward atau penghargaan yang berbeda-beda.

Baca Juga: Optimalkan Local SEO, Agar Kamu Menguasai Bisnis di Area Lokal

Dengan demikian, dirimu sendirilah yang paling mengetahui apa yang membuatmu merasa dihargai atas jerih payah yang sudah dilakukan. Setidaknya ada beberapa hal yang penting untuk diingat ketika kamu memberikan self reward apa pun bentuknya, yaitu: 

1. Relevansi

Pastikan penghargaan yang diberikan pada dirimu sendiri relevan dan tidak bertolak belakang dengan tujuanmu.

Seperti, kamu memiliki tujuan untuk menghemat lebih banyak uang hasil gaji. Dengan demikian, jangan memberi self reward dengan membeli barang mahal meskipun kamu sangat menginginkannya.

Pasalnya, dengan begitu, justru kamu akan semakin boros setiap menerima gaji.

2. Batasi Diri

Berdasarkan poin sebelumnya, bukan berarti kamu tidak boleh membeli barang apa pun. Tentunya kamu tetap bisa membelikan dirimu sesuatu yang disukai. Meski demikian, batasi diri, misalnya dengan menetapkan budget. Jangan sampai, misalnya, malah berutang atau menambah cicilan karena membeli barang tersebut.

3. Cari Reward yang Memotivasi

Tentu penting untuk memilih sesuatu yang membuatmu termotivasi, karena tujuan self reward umumnya adalah untuk meningkatkan semangat.

4. Mudah Didapat

Reward yang diberikan baiknya mudah didapat. Setidaknya, self reward cepat diberikan setelah kamu mencapai suatu tujuan yang sudah ditetapkan. Sebab, dengan cara seperti itu, kamu bisa mensugesti otak dan meyakinkan diri bahwa kamu sudah mendapat penghargaan atau hadiah setelah apa yang diraih.

Baca Juga: Dampak Perppu Cipta Kerja bagi Pekerja

Nah, itulah penjelasan Jobnas.com mengenai beberapa hal yang penting untuk melakukan self-reward. Jadi, jangan lupa berikan dirimu self reward, ya.

Ghufron Writer
4 bulan yang lalu
0

Jobnas.com-Saat WFH, biasanya tidak sedikit orang yang bekerja di atas meja makan, meja rias, bahkan di kasur, lho. Padahal, sangat penting untuk memiliki Meja Kerja yang nyaman dan bikin betah supaya WFH jadi lebih produktif. 

Nah, di artikel ini Jobnas.com akan memberikan enam inspirasi meja kerja yang nyaman buat kamu saat harus WFH. Yuk, intip keenam tersebut !

Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!

1. Meja Kerja Kecil di Pojok Rumah

Kamu bisa menyiasati untuk memasang floating desk di pojokan kecil apabila ruang di rumahmu terbatas. Langkah yang bisa kamu lakukan adalah dengan mencari meja dengan bahan kayu yang kokoh dan cukup tebal untuk menahan beban.

Sisi tembok yang kosong bisa kamu hias dengan kalender kerja. Untuk mengingatkanmu akan deadline, post-it warna-warni, hingga poster idola kesayangan. Kamu juga bisa meletakkan pot kaktus kecil di pojok untuk menemanimu kerja di rumah agar supaya terlihat semakin cantik. 

Alternatifnya, pasang floating desk di bawah jendela besar supaya kamu bisa memandang keluar untuk membantu proses mencari inspirasi.

2. Meja Kerja Bening

Furniture kayu berukuran besar mungkin akan menambah kesan sesak di ruangan yang sempit. Untuk memberikan kesan yang lega, mungkin memasang meja kerja bening bisa dijadikan alternatif. Di samping itu, pilih juga kursi dengan tema senada. Kemudian kamu bisa menyandingkan dengan lemari kecil dengan warna yang agak sedikit mencolok sebagai kontras agar supaya area kerjamu terlihat lebih berwarna. 

3. Standing Desk

Jika ruangan di rumahmu terbatas, trik ini juga sama menguntungkannya. Sebab, kamu akan menghemat ruangan dengan tidak membeli kursi. Pada kenyataannya, standing desk  sudah dibuktikan membawa banyak manfaat untuk kesehatan dan postur tubuh. Jadi bukan cuma irit tempat saja.

Punya meja kerja standing di rumah membantu kita membakar lebih banyak kalori, meski hanya berdiam diri. Beberapa studi menjelaskan bahwa bekerja sambil berdiri selama 185 menit berhasil membakar sekitar 170 kalori.

Bayangkan berapa banyak kalori yang terbakar jika kita rutin kerja sambil berdiri dalam seminggu? Di samping itu, bekerja sambil berdiri mengurangi risiko nyeri punggung dan penyakit jantung akibat kelamaan duduk diam.

Baca Juga: Waspadai Tanda HRD Tidak Terkesan Denganmu saat Interview

4. Meja Lipat Portabel

Bagi karyawan yang kerja di kos dan ingin hemat tempat, meja lipat mungkin bisa dijadikan andalan. Kamu cukup membukanya ketika dibutuhkan, kemudian lipat dan simpan lagi di pojok kamar atau bawah kasur. Pilihlah meja kerja lipat yang kokoh, tapi ringan untuk dibawa-bawa di sekitar rumah. Siapa tahu, kamu butuh ganti suasana ketika kerja, kan? Meja jenis ini punya banyak pilihan. Bahkan, ada jenis meja kerja lipat yang memiliki laci kecil dan tempat penyimpanan gelas (cup holder).

5. Meja Kerja Bentuk L

Tidak ada salahnya berinvestasi pada meja kerja kayu berbentuk L, jika ruangan di rumah cukup luas dan jenis pekerjaan kamu melibatkan banyak barang.

Meja berbentuk L ini disarankan misalnya oleh Tech Republic. Kamu bisa memilih model yang tidak dilengkapi dengan laci atau rak penyimpanan dan ramping agar tidak semakin terlihat memakan banyak ruang. Pilih juga jenis kursi yang sederhana agar area meja kerja di rumah ini tidak terlihat semakin ramai sesak, seperti inspirasi di atas.

6. Meja Kerja Buka Tutup

Apabila area kerja di rumahmu terbatas karena bisa dipasang di dinding, model meja ini mungkin akan sangat membantu. Agar bisa ditarik ke atas dan ke bawah,  meja model buka tutup dilengkapi dengan engsel di sisi kanan kirinya. 

Di samping itu, sebagai penahan meja, meja ini juga didukung oleh dua buah “lengan” di masing-masing sisinya. Lengan pendukung ini bisa berupa rantai atau kayu. Kamu bisa membuka buka kaitan meja dan tarik ke bawah. Meja siap dipakai untuk kerja di rumah. Ketika sudah tidak dipakai lagi, dorong meja ke atas dan kunci kaitannya agar meja tidak tiba-tiba jatuh dan patah.

Baca Juga: Tingkatkan Popularitas Situsmu dengan Guest Blogging, Strategi Menulis di Situs Lain

Nah, itulah 6 inspirasi meja kerja yang bisa kamu bentuk agar supaya kamu semakin nyaman dan betah bekerja di rumah. Tentu tidak susah memilih meja kerja yang tepat untuk ruangan mungil. Lebih dari itu, kamu juga harus sesuaikan lagi kebutuhan jenis meja dengan luas ruangannya supaya tidak malah mengganggu kerja.

Ghufron Writer
4 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – Lulus dari perguruan tinggi atau universitas sering dirayakan sebagai pencapaian penting, menandai akhir dari tahun-tahun kerja keras dan dedikasi.

Namun, bagi banyak lulusan, transisi dari kehidupan sebagai mahasiswa ke “dunia nyata” bisa membawa beragam emosi dan tantangan yang kompleks, yang biasa disebut sebagai “Post Graduation Blues” atau kesedihan pasca-lulus.

Hampir setiap orang ketika baru saja lulus dari studi atau kuliahnya pernah mengalami perasaan cemas ihwal masa depannya. Hal semacam ini biasanya dikenal sebagai Post Graduation Blues atau post-grad depression. Kondisi semacam ini muncul sebab ketika seseorang sudah lulus kuliah akan menghadapi ‘real life’ dan dunia kerja.

Meski demikian, jangan terlalu lama terjebak dalam post graduation blues. Memang kamu sudah terbiasa dengan identitas sebagai siswa, tapi realitanya juga harus segera diterima. 

Oleh karena itu, di artikel ini Jobnas.com akan menguraikan lebih jauh ihwal apa itu post graduation blues dan bagaimana cara menghadapinya. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Baca Juga: Yuk, Ketahui 5 Fitur Android 13 yang Berfungsi Meningkatkan Produktifitas Kalian

Apa itu Post Graduation Blues ?

Secara definitif, post graduation blues merupakan kondisi depresi yang terjadi ketika mahasiswa sudah lulus kuliah dan memasuki fase hidup baru.

Post Graduation Blues mengacu pada perasaan ketidakpastian, kecemasan, dan sedih yang beberapa individu alami setelah menyelesaikan pendidikan mereka dan memasuki dunia kerja atau memulai fase kehidupan baru. Perasaan ini bisa muncul dalam berbagai cara, termasuk:

Kehilangan Identitas

Lulusan mungkin merasa kehilangan atau bingung tentang identitas mereka sekarang karena mereka tidak lagi mengidentifikasi diri mereka utamanya sebagai mahasiswa.

Ketidakpastian Tentang Masa Depan

Transisi dari lingkungan terstruktur akademik ke ketidakpastian pasar kerja atau pendidikan lanjutan bisa menakutkan.

Tekanan untuk Sukses

Mungkin ada tekanan untuk menemukan pekerjaan, membangun karier, atau memenuhi harapan masyarakat setelah lulus.

Dilansir dari Better Up, karena banyaknya perubahan yang terjadi dalam satu waktu itulah umumnya kondisi ini terjadi, sehingga membuat seseorang depresi.  Setelah lulus kuliah, banyak yang kesulitan menemukan tujuan dan batu loncatan.

Tidak seperti saat menjadi mahasiswa yang memiliki tujuan pasti seperti lulus mata kuliah dan mendapatkan nilai A.  Biasanya post graduation blues ditandai dengan perasaan kesepian, sedih, dan tidak memiliki motivasi.

Nah, salah satu pemicu munculnya post graduation blues pada banyak fresh graduate umumnya adalah kebingungan, ditambah kondisi pandemi beberapa tahun terakhir.

Penyebab Terjadinya Post Graduation Blues

Tepat setelah lulus, kamu tidak akan langsung merasakan post graduation blues. Hal ini dikarenakan kehidupan seseorang setelah kuliah akan berbeda-beda. 

Menurut Healthline, berikut adalah beberapa penyebab yang bisa menimbulkan kondisi post graduation blues:

1. Perubahan rutinitas 

Salah satu hal yang bisa memberikan efek yang besar terhadap rutinitas adalah transisi atau perpindahan yang terjadi setelah lulus kuliah.

Misalnya, apabila kamu kuliah di Jakarta, mungkin kamu ingin bekerja juga di Jakarta dan tidak lagi ingin pulang ke kampung halaman.

Namun, beberapa orang yang baru lulus terpaksa kembali ke rumah sembari menunggu dapat pekerjaan. Hal ini tentunya akan membuat perubahan rutinitas. 

Transisi rutinitas dan perubahan kebiasaan baru dalam hidup bisa menjadi tantangan tersendiri. Hal ini adalah salah satu bagian yang berperan besar menyebabkan depresi.

2. Hilangnya kontak pertemanan

Setiap hari di saat kuliah pasti kamu akan bertemu dengan teman-temanmu. Mulai dari mengikuti perkuliahan di kelas yang sama, kegiatan organisasi bahkan tinggal bersama teman-temannya.

Nah, kamu akan merindukan masa-masa tersebut ketika semuanya sama-sama lulus. Terbiasa bergantung satu sama lain membuat kamu secara emosional bergantung kepada mereka.

Setelah lulus, tentu kamu tidak akan bisa secara rutin menghubungi mereka lagi. Tetap terhubung dengan mereka secara aktif bisa jadi tantangan tersendiri, apalagi jika ada perbedaan wilayah tempat tinggal.

3. Proses mencari kerja dan persaingan dunia kerja

Fase mencari kerja merupakan waktu-waktu paling berat setelah lulus di tengah persaingan yang ketat dalam dunia kerja. Seringkali post graduation terjadi kepada lulusan yang mulai merasa tidak memiliki harapan untuk bekerja pada industri ideal mereka.

Banyak dari lulusan baru yang terjebak dengan keinginannya untuk mendapatkan pekerjaan impian, sehingga ketidakmampuan mendapatkan pekerjaan tersebut akhirnya menimbulkan depresi. 

Baca Juga: Optimalkan Local SEO, Agar Kamu Menguasai Bisnis di Area Lokal

Untuk mendapatkan pekerjaan ideal dan persaingan yang ketat, banyak lulusan yang merasa tidak punya banyak pengalaman sehingga membuat mereka semakin tidak yakin dengan diri sendiri.

Faktor eksternal seperti kondisi ekonomi dan pandemi juga dapat memperparah hal ini. Nah, ketika bersaing dengan sesama fresh graduate yang minim pengalaman, maka dokumen lamaran kerjamu yang harus jadi senjata untuk unggul.

4. Merasakan ketidakpastian dan kebingungan

Pemicu awal kamu merasa depresi setelah kelulusan adalah perasaan bingung dan tidak ada kepastian tentang apa yang akan terjadi.

Kamu akan mulai memikirkan apakah dengan kemampuan saat ini bisa mendapatkan pekerjaan impian, apakah yang kamu pelajari sudah cukup, dan pertanyaan tidak pasti lainnya.

Merasa tidak yakin dan tidak pasti bisa membuat kamu kewalahan dan tidak terorganisasi.  Biasanya berakhir pada menganalisis terlalu banyak hal dan mempertanyakan kredibilitas diri sendiri.

Cara Mengatasi Post Graduation Blues

Tentunya tidak ada hal yang instan dalam memperbaiki kondisi post graduation blues. Meski demikian, harus ada tindakan untuk membantu  diri sendiri menghadapinya. Di bawah ini merupakan beberapa strategi untuk menghadapi post graduation blues:

1. Ambil keuntungan dari ikatan alumni

Banyak kampus yang memiliki ikatan alumni dan biasanya menyediakan hal-hal yang dibutuhkan oleh lulusan baru. Mulai dari membantu membuat CV dan resume, konsultasi karier, hingga mentorship yang tersedia dari alumni kampus. 

Ikatan alumni bisa kamu manfaatkan untuk menghadapi post graduation blues karena mereka mungkin pernah mengalaminya. Agar kamu menemukan semangat baru,  bercerita dan berkonsultasi pada orang yang pernah mengalami hal yang sama mungkin bisa menjadi solusi untukmu. 

2. Tetap berhubungan baik dengan teman

Agar kualitas hubunganmu dengan temanmu tidak hilang, usahakan agar tetap berhubungan baik dengan teman. Saat ini kamu sudah dapat memanfaatkan media sosial untuk menjalin komunikasi yang baik dengan mereka. 

Selain untuk tetap memiliki hubungan baik, berbicara dan mengobrol dengan teman-teman kuliah bisa membantu kamu merasa tidak terlalu kesepian.

3. Mulailah melangkah dari hal-hal kecil

Berikutnya, kamu perlu mencoba untuk mulai melangkah dengan perlahan seperti membuat tujuan jangka pendek apabila kamu merasa cemas dan kewalahan dengan apa yang terjadi di fase ini.

Misalnya, kamu mulai rutinitas baru dengan bangun pagi juga berolahraga. Memiliki tubuh yang sehat juga membantu kamu bisa berpikir lebih jernih dan menambah energi positif.

4. Jangan terlalu keras pada diri sendiri

Salah satu penyebab kamu merasa tertekan dan memicu post graduation blues adalah banyaknya stigma yang beredar dalam masyarakat tentang fresh graduate. 

Berbagai stigma itu muncul bahwa kamu belum mendapat pekerjaan, ada label pemalas, tidak bertanggung jawab, dan justru membuat seseorang merasa tidak memiliki motivasi.  Dalam konteks ini, kamu perlu ingat bahwa post graduation blues bukanlah suatu kemalasan. Ini memiliki efek yang besar jika tidak diatasi dengan baik. 

Baca Juga: Inilah 9 Aplikasi Cek Grammar Bahasa Inggris Supaya CV Kalian Lebih Profesional

Sebaiknya, kamu perlu  mencoba untuk jangan terlalu memikirkan perkataan orang lain meskipun itu tidak mudah. Latih diri sendiri untuk lebih santai dan tenang dalam menghadapi fase setelah kelulusan ini. Di tengah ketidakpastian seperti saat ini, hargai kerja kerasmu selama kuliah dan ambil waktu yang banyak untuk belajar menghadapi fase sekarang.

Demikianlah penjelasan Jobnas.com terkait post graduation blues yang perlu kamu ketahui. Tentunya, fase ini tidak mudah untuk dilalui. Sebab, perjalanan tiap orang tentunya berbeda-beda. Sebaiknya, ketika dirimu sudah merasakan tanda-tanda depresi cobalah untuk menerapkan cara-cara di atas agar bisa menghadapinya. Sebab, memperbanyak pengetahuan dan belajar juga bisa menjadi pilihan sebelum kamu menghadapi realita dunia kerja.

Enol Writer
4 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – Memahami diri sendiri adalah langkah penting dalam menjadi pribadi yang lebih baik. Ini dapat membantu kita mengetahui apa yang kita sukai, apa yang tidak kita sukai, dan bagaimana kita bereaksi di situasi yang berbeda.

Memahami diri sendiri juga dapat membantu kita membuat keputusan yang tepat dan menemukan tujuan hidup yang sesuai dengan kepribadian kita.

Dengan begitu kita nantinya akan tahu apa saja potensi yang kita miliki, karena bagi Anda yang punya rencan kerja panjang di sebuah perusahaan penitng untuk mengetahui Potensi Diri.

Memahami potensi diri adalah proses mengenali kemampuan, kekuatan, dan bakat yang dimiliki seseorang.

Ini dapat membantu kita menemukan tujuan hidup yang sesuai dengan kepribadian kita, serta mengidentifikasi cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.

Tahapan Memahami Potensi Diri

Berikut adalah beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk memahami potensi diri:

1. Membuat daftar kekuatan dan kelemahan

Hal Ini dapat membantu kita mengenali apa yang kita lakukan dengan baik, dan di mana kita perlu meningkatkan diri.

2. Mencatat pikiran dan perasaan

Kemudian Anda juga dapat mencatat apa yang kita pikirkan dan bagaimana kita merasa dapat membantu kita memahami reaksi kita terhadap situasi yang berbeda.

3. Mencoba kegiatan yang berbeda

Begitu juga denga cara yang ketiga ini, Anda perlu untuk mencoba kegiatan yang berbeda dapat membantu kita menemukan apa yang kita sukai dan tidak sukai, serta bagaimana kita bereaksi terhadap kegiatan tersebut.

4. Meminta masukan orang lain

Meminta pendapat orang lain tentang diri kita dapat memberikan perspektif yang berbeda dan membantu kita memahami potensi diri kita dengan lebih baik.

5. Bermeditasi atau melakukan terapi

Bermeditasi atau melakukan terapi dapat membantu kita memahami pikiran dan perasaan kita dengan lebih dalam, sehingga kita dapat lebih memahami potensi diri kita.

Dengan melakukan beberapa tahapan di atas, Anda akan lebih mudah mengetahui potensi diri Anda secara pasti dan mendetail.

Baca Juga: Alasan dan Kunci Penting Magang Menuju Sukses

Cara Mengasah Potensi Diri

Adapun upaya yang bisa Anda lakukan dalam mengolah potensi diri Anda secara baik dan efektif adalah sebagai berikut.

1. Membenahi pola hidup

Bermain hingga tengah malam adalah salah satu aktivitas yang harus Anda pikirkan kembali. Mulai dari kecanduan game hingga terjebak dalam duniamu yang tidak bisa dikatakan cocok untuk pengembangan diri.

Cobalah untuk mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat dan mengacaukan jadwal tidur Anda. Pengembangan diri yang baik dimulai dari dalam ke luar, yaitu hal-hal yang pertama kali ada pada diri Anda harus diperbaiki.

Kesehatan adalah salah satunya, ketika tubuh Anda sehat dan bugar, rasa percaya diri dan semangat Anda juga akan meningkat seiring dengan bentuk fisik Anda yang siap beraksi.

Memperbaiki gaya hidup termasuk, selain kesehatan, hal-hal sederhana seperti membersihkan ruang kantor dan area kerja agar lebih nyaman digunakan sebagai tempat aktivitas sehari-hari.

Ini mudah, tetapi jika Anda masih malas untuk menguasainya, Anda mungkin malas dan mencari aktivitas pengembangan diri yang sedikit lebih sulit.

2. Move on dan rancang masa depan

Ini terdengar agak puitis, tetapi tindakan yang perlu Anda lakukan untuk maju dan fokus pada perbaikan diri bukanlah terjebak dalam masa lalu yang tidak menyenangkan.

Anda harus jujur ​​tentang apa yang terjadi, apakah itu baik atau buruk, Anda tidak bisa tetap pada kecepatan yang sama selama Anda hidup.

Jika Anda dapat melepaskan kenangan terlebih dahulu, langkah ke depan akan lebih mudah.

Jika perlu, buatlah stiker di salah satu sisi dinding kamar Anda dengan gambar-gambar momen manis Anda yang akan menambah keseruan setiap kali Anda melihatnya.

Fokus pada masa lalu biasanya menghilangkan harapan, semangat hidup dan tidak lagi peduli dengan tujuan hidup seseorang. Padahal, setiap orang pasti memiliki tujuan masing-masing untuk memenuhi hidupnya.

Inilah cara Anda menyempurnakan perbaikan diri Anda dengan membersihkan “sampah” yang tidak perlu Anda kumpulkan dalam hidup untuk memberi ruang bagi hal-hal yang lebih bermanfaat.

3. Belajar fokus dengan kelebihan Anda

Bagaimana perasaan Anda ketika Anda harus merenungkan diri sendiri? Apakah Anda senang, gembira atau bahkan kecewa? Ketika diminta untuk menggambarkan diri Anda, apa yang membuat Anda menjadi diri Anda?

Harga diri Anda memengaruhi arah perkembangan lebih lanjut. Sebelum memulai aktivitas lain, Anda harus terlebih dahulu mengidentifikasi kekuatan dan kekuatan Anda daripada berfokus pada kelemahan Anda.

Misalnya, kemampuan berkomunikasi dengan anak dalam waktu yang lama dan berkesinambungan juga merupakan salah satu kelebihan yang mungkin tidak dimiliki orang lain.

Anda dapat mengarahkan energi Anda untuk mencari pekerjaan yang akan membentuk perkembangan Anda sesuai dengan karakter Anda.

Jika menjadi guru taman kanak-kanak benar-benar membuat Anda fokus pada kelebihan Anda lebih cepat, Anda tidak perlu repot-repot mencoba pekerjaan lain yang tidak berhubungan dengan kelebihan Anda.

Membiasakan fokus dan meningkatkan kelebihan diri juga akan membantu Anda untuk lebih bersyukur, yang berdampak besar bagi pengembangan diri Anda ke depan.

4. Kualitas hubungan

Orang-orang terdekat Anda adalah elemen penting yang juga memengaruhi pengembangan diri Anda dan bahkan cara berpikir Anda.

Ketika Anda bertemu dan bergabung dengan komunitas, Anda harus memilih teman yang memiliki pengaruh positif pada pengembangan diri Anda, jangan khawatir tentang mereka yang tidak.

Berteman dengan orang-orang yang juga menghargai hidup dan menghargai diri sendiri juga membuat cara pandang Anda lebih terbuka.

Pikiran positif pasti akan menempatkan Anda dalam keadaan yang lebih baik daripada berfokus pada hal-hal yang menyedihkan dan negatif.

Selain teman, dukungan keluarga dan orang-orang tersayang tentunya akan menambah semangat Anda untuk mengembangkan diri.

Dekat dengan sepupu juga bisa menjadi sumber motivasi yang baik, terutama jika prestasi atau prestasi mereka terkait dengan minat Anda.

Jadi memang benar ada yang mengatakan bahwa hubungan dengan keluarga lebih penting daripada mencari persetujuan dari orang lain yang mungkin tidak mencintai atau peduli dengan perkembangan Anda.

Erni Yati
4 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – Mimpi merupakan salah satu cara bagi otak kita untuk berkomunikasi dengan diri kita sendiri. Mimpi juga seringkali menjadi bahan perbincangan menarik di kalangan masyarakat, terutama ketika Mimpi tersebut terasa begitu nyata dan memiliki arti yang mendalam. Salah satu mimpi yang sering dialami oleh banyak orang adalah Mimpi Gigi Copot.

Mimpi gigi copot bisa menjadi hal yang menggelitik pikiran kita. Apalagi jika kita percaya bahwa mimpi tersebut memiliki makna tersendiri, terutama dalam konteks keagamaan.

Dalam agama Islam, mimpi gigi copot memiliki makna yang cukup menarik untuk dibahas.

Arti Mimpi Gigi Copot

Mimpi gigi copot dapat diartikan sebagai pertanda bahwa seseorang akan mengalami perubahan dalam hidupnya.

Perubahan tersebut bisa bersifat fisik, mental, maupun emosional. Gigi yang merupakan bagian penting dalam sistem pencernaan seseorang, juga melambangkan kekuatan dan kebersamaan.

Oleh karena itu, mimpi gigi copot bisa menjadi tanda bahwa seseorang akan mengalami kelemahan atau perpisahan dalam hubungan sosialnya.

Dalam Islam, gigi juga memiliki makna tersendiri. Gigi yang sehat dan kuat melambangkan kekuatan, keberanian, dan keuletan dalam menghadapi cobaan hidup.

Sebaliknya, gigi yang rapuh atau copot bisa menjadi pertanda bahwa seseorang perlu lebih waspada dalam menghadapi ujian hidupnya.

Pertanda Buruk

Mimpi gigi copot juga dapat diartikan sebagai pertanda bahwa seseorang akan menghadapi masalah kesehatan, terutama terkait dengan sistem pencernaan.

Kesehatan gigi yang buruk bisa menjadi faktor risiko dalam berbagai penyakit, seperti jantung dan diabetes.

Oleh karena itu, mimpi gigi copot bisa menjadi peringatan bagi seseorang untuk lebih memperhatikan kesehatan dan kebersihan giginya.

Selain itu, mimpi gigi copot juga bisa menjadi pertanda bahwa seseorang akan menghadapi masalah keuangan.

Gigi yang copot atau rusak bisa menjadi simbol dari kerugian finansial yang akan dialami seseorang.

Oleh karena itu, mimpi gigi copot bisa menjadi tanda bagi seseorang untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu.

Pertanda Baik

Meskipun memiliki makna yang cukup serius, mimpi gigi copot sebenarnya juga dapat diartikan secara positif.

Mimpi tersebut bisa menjadi pertanda bahwa seseorang akan mendapat rezeki atau kesuksesan dalam waktu dekat.

Gigi yang copot bisa diartikan sebagai simbol dari beban-beban yang akan terlepas dari hidup seseorang, sehingga memberikan ruang bagi keberkahan dan kebahagiaan.

Baca juga: Contohlah Perjalanan 9 Tokoh Muda Indonesia Inspiratif Ini !

Mimpi Gigi Copot Menurut Pandangan Islam

Dalam Islam, mimpi gigi copot juga bisa diartikan sebagai pertanda bahwa seseorang akan mendapat pahala atas kesabarannya dalam menghadapi cobaan hidup.

Sebagaimana diketahui, Allah SWT akan memberikan ujian kepada hamba-Nya untuk menguji kesabarannya dalam menjalani kehidupan.

Oleh karena itu, mimpi gigi copot bisa menjadi tanda bahwa seseorang akan mendapat balasan atas kesabarannya dalam menghadapi cobaan tersebut.

Dalam hal ini, mimpi gigi copot sebenarnya memiliki makna yang sangat personal bagi setiap individu yang mengalaminya.

Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk tidak terlalu menggeneralisir makna mimpi tersebut, namun lebih bijaknya kita dapat merenungkan makna tersebut secara introspektif dan meminta petunjuk dari Allah SWT.

Jadi, jika Anda mengalami mimpi gigi copot, jangan terlalu khawatir atau panik. Coba renungkan dan refleksikan makna dari mimpi tersebut, serta mintalah petunjuk dari-Nya. Siapa tahu, mimpi tersebut bisa menjadi pertanda baik bagi hidup Anda. Semoga bermanfaat.

Ghufron Writer
4 bulan yang lalu
0

Jobnas.com-Biasanya ketika seseorang mengalami kesehatan mental, ia akan pergi mencari bantuan terhadap para profesional. Mulai dari seorang Psikolog, psikiater, hingga Konselor. Lantas, apakah kamu sudah tahu perbedaan dari ketiga konsultan profesional ini dalam kesehatan mental ? Kini saatnya kamu perlu memahami bahwa ketiga profesi ini memiliki beberapa perbedaan yang signifikan agar supaya kamu berlabuh pada pilihan yang tepat. 

Mulai dari latar belakang pendidikan hingga pendekatan terhadap masalah yang kamu hadapi. Kemudian, bagaimana caranya memutuskan harus berobat atau konsultasi ke siapa? Tenang saja, di artikel ini Jobnas.com telah menyediakan jawabannya. Yuk, simak sampai tuntas !

Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Remarketing vs Retargeting!

Perbedaan Psikolog, Psikiater, dan Konselor

Setidaknya ada beberapa poin penting yang bisa kamu perhatikan agar bisa tahu apa perbedaan antara tiga profesi ini.

1. Latar belakang pendidikan

Dalam menempuh pendidikan, seorang psikolog mesti menempuh sekitar 6 tahun berkuliah di jurusan psikologi sekaligus praktik yang diawasi oleh tenaga ahli. Setelah itu, biasanya mereka  melanjutkan pendidikan ke tingkat master dan doktor lalu mendapatkan gelar ‘Dr.’ tetapi mereka bukanlah dokter medis.

Sedangkan, seorang Psikiater merupakan dokter medis yang setidaknya telah melewati masa pendidikan selama sekitar 11 tahun. Psikiater harus menyelesaikan pendidikan kedokteran lalu menjalani 1-2 tahun pelatihan sebagai dokter umum. Kemudian, agar bisa menangani penyakit mental secara medis, mereka perlu melalui pelatihan lagi selama sekitar 5 tahun. 

Sementara seorang konselor biasanya telah menyelesaikan pendidikan jurusan konseling yang memiliki area fokus yang beragam, seperti pertumbuhan, perkembangan, hubungan antar manusia, konseling karier, serta hubungan sosial dan budaya

2. Peran dan perbedaan penanganan

Peran di antara ketiganya merupakan perbedaan psikolog, psikiater, dan konselor selanjutnya. Ketiga profesi ini juga mempunyai kapasitas dan peran yang berbeda dalam mengatasi atau menangani keluhan seseorang. Hal ini disebabkan karena mereka memiliki latar pendidikan yang berbeda. 

Psikolog akan berfokus menangani keluhanmu dengan memberikan penanganan psikologi, yaitu membicarakan permasalahan yang kamu hadapi dan berfokus pada pola perilaku.

Contohnya, ketika kamu mengalami gangguan depresi, psikolog akan mengecek pola tidurmu, frekuensi munculnya kecemasan, dan pikiran negatif yang biasanya timbul.

Kemudian, mereka akan terus berkomunikasi denganmu supaya bisa membantu kamu membentuk kebiasaan baru untuk mengatasi gangguan kecemasan tersebut.

Sementara psikiater juga biasanya akan memberi penanganan psikologi namun ditambah dengan penanganan medis lainnya, seperti mengecek kesehatan fisik, mengecek adanya penyakit tiroid atau kekurangan vitamin, serta pengecekan medis lainnya sebelum memberikan diagnosa apakah kamu mengalami penyakit mental atau tidak.

Seorang konselor, sebagaimana dikutip dari Pepperdine University, memiliki peran yang sangat mirip dengan psikolog, namun mereka tidak melibatkan asesmen klinis layaknya psikolog (seperti asesmen IQ, kepribadian, dan lainnya).

Jadi, seorang konselor tetap mampu mendampingimu berkonsultasi tentang berbagai masalah hidup, namun mereka tidak dibekali kapasitas untuk melakukan tes atau asesmen untuk mendiagnosis gangguan mental.

Baca Juga: Kenali Website Tempat Jual-Beli Langsung yang Super Mudah Ini

3. Pengobatan

Akhirnya proses pengobatan yang akan kamu lalui juga tentunya akan berbeda. Sebab, ketiganya memiliki peran dan penanganan yang berbeda Inilah yang menjadi perbedaan psikolog, psikiater, dan konselor selanjutnya.

Psikolog tidak dapat memberikan resep obat. Jadi, mereka hanya  berfokus melakukan asesmen pola perilaku dan terapi komunikasi dengan pasien.

Di sisi lain, menurut Web MD, seorang psikiater bisa memberikan resep obat karena mereka memonitor dampak penyakit mental pada kondisi kesehatan fisik, serta hubungan antara keduanya. Di samping memberi resep obat, psikiater juga bisa menyarankan jenis penanganan medis lain seperti electroconvulsive therapy (ECT), psikoterapi. 

Di sisi lain, konselor juga mirip dengan psikolog yang tidak dapat memberikan resep obat pada pasien atau kliennya. Mereka berfokus membantumu mengatasi masalah kesehatan mental dengan cara mendengarkan keluhan klien, mengembangkan rencana treatment nonmedis, serta memberikan evaluasi profesional yang membantu klien meningkatkan kemampuannya dalam mengatasi masalah dan mengambil keputusan.

4. Kondisi yang ditangani

Jenis kondisi yang bisa dan tidak bisa ditangani oleh masing-masing profesi ini menjadi perbedaan psikolog, psikiater, dan konselor yang terakhir.

Dari pemaparan di atas, sebenarnya dapat kita lihat bahwa penyakit yang dapat ditangani oleh psikiater cenderung lebih kronis. Hal ini juga pernah disampaikan oleh Stone Ridge Center, bahwa psikolog biasanya menangani kondisi yang tidak terlalu kronis dan tidak memerlukan penanganan medis, seperti:

-depresi ringan

-masalah pada kemampuan belajar

-kecemasan

-masalah pada pola perilaku

Selain itu, psikiater pada umumnya mengatasi kondisi yang lebih kompleks dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut, seperti skizofernia, bipolar disorder, depresi akut. 

Sementara bagi seorang konselor, ia hampir serupa dengan psikolog mengenai cakupan keluhan yang dapat mereka bantu untuk atasi, seperti:

-Permasalahan perkembangan manusia dari masa kanak-kanak hingga dewasa.

-Permasalahan dengan pasangan.

-Permasalahan tekanan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam pekerjaan.

Meski demikian perlu juga diingat bahwa seorang konselor tetap tidak bisa melakukan asesmen klinis ataupun evaluasi psikoanalisis.

Siapa yang Harus Kamu Temui?

Barangkali, kamu sudah mulai bisa menentukan mana yang relevan dengan kebutuhanmu ketika membaca penjelasan mengenai perbedaan psikolog, psikiater, dan konselor di atas.

Di sini menemui psikolog atau konselor bisa jadi langkah awal yang baik apabila kamu ingin mengonsultasikan masalah sehari-hari seperti masalah keluarga, karier, atau pasangan.

Namun, menemui psikiater barangkali jadi awal yang baik jika  jika kamu ingin mengonsultasikan gejala gangguan kesehatan mental yang sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Waspadai Emotional Sponge Jika Terlalu Berempati hingga Pengaruhi Kesehatan Mental

Jika kamu masih ragu dan bingung, jangan khawatir. Sebab, sebenarnya kamu bisa menemui siapa saja di antara ketiganya untuk konsultasi awal mengenai masalah yang kamu hadapi. Intinya, kamu sudah berani mengambil langkah untuk mencari pertolongan profesional. Jika memang kondisimu kurang cocok dengan kapasitas mereka, mereka pasti akan merekomendasikan pengobatan lain.

Itulah penjelasan Jobnas.com terkait i perbedaan psikolog, psikiater, dan konselor. Semoga kamu bisa temukan pertolongan yang mampu memulihkan kesehatan fisik dan mentalmu, ya.

Ghufron Writer
4 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – White noise adalah salah satu hal yang dapat membantumu meningkatkan produktivitas mu jika kamu merasa kurang produktif. Tidak jarang ada orang yang tetap bisa bekerja meskipun sambil mendengarkan musik, atau suara-suara keras lainnya. Supaya kamu lebih konsentrasi dan produktivitasmu semakin baik, White Noise merupakan hal yang bisa kamu terapkan. 

Baca Juga: Bagaimana Cara Menjadi MC yang Baik? Perhatikan 5 Skill Ini

Tentu kamu semakin penasaran kan terkait dengan White Noise ini dan mengapa  hal ini dapat meningkatkan produktivitas?

Jobnas.com akan memberikan penjelasannya untuk kamu untuk menjawab pertanyaan tersebut. Yuk, simak selengkapnya!

Apa itu White Noise ?

Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa white noise adalah suara-suara alamiah yang sering didengar manusia. Suara-suara alamiah itu misalnya seperti suara dosen ketika mengajar mahasiswanya, suara burung berkicau, suara derap langkah kaki, dan sebagainya. 

Melebih itu, ternyata white noise adalah sebuah suara yang berasal dari berbagai jenis suara yang memiliki gelombang cenderung stabil dan merata, seperti dilansir dari Livescience. Nah, yang dimaksud stabil dan merata dalam hal ini yaitu suara yang berada pada frekuensi 20-20.000 Hz. Frekuensi ini merupakan frekuensi yang masih dapat dijangkau oleh telinga manusia. 

Itulah mengapa suara-suara tersebut dibilang sebagai white noise karena serupa dengan konsep cahaya putih (white light), yaitu penggabungan antar berbagai jenis warna yang menjadi satu. 

Cara Bekerja White Noise 

Kamu akan terhindar dari distraksi saat mendengar kombinasi dari berbagai jenis suara ini. Bayangkan jika kamu berada di suatu ruangan yang hanya terdiri dari tiga hingga empat orang dan cukup senyap. Tentu, setiap orang termasuk kamu sangat mudah untuk membedakan tiap-tiap orang yang berbicara. Selain itu, jika terdengar suara lain seperti barang yang terjatuh, maka perhatianmu akan teralihkan padanya.

Hal ini tentu berbeda jika kamu sedang berada di kerumunan, karena banyaknya suara yang muncul maka suara-suara tersebut akan menjadi samar dan menutupi berbagai suara yang dapat mengganggu. Sudah bertahun-tahun white noise digunakan untuk membantu seseorang untuk tertidur lebih cepat, terutama bayi. Selain manfaat-manfaat itu, white noise juga memiliki beberapa manfaat lain, di antaranya : 

Pengaruh yang Diberikan White Noise

1. Menjadi Lebih Fokus

Seperti yang dijelaskan sebelumnya cara kerja white noise adalah dengan menutupi berbagai suara yang mengganggu. Hal inilah yang membuatmu dapat melakukan sesuatu dengan lebih fokus. Tentu kamu bisa tetap terfokus pada apa yang kamu kerjakan, tanpa adanya gangguan dari suara-suara tertentu. Itulah mengapa white noise ini merupakan solusi apabila kamu sedang ingin berfokus mengerjakan sesuatu. Tentu ini akan menambah kualitas pekerjaanmu juga.

2. Meningkatkan Kreativitas

Kreativitas juga dapat meningkat jika tak banyak gangguan yang muncul, sejalan dengan fokus. Hal ini seperti diungkap oleh penelitian yang dilakukan oleh Universitas Illinois yang menyatakan bahwa frekuensi yang paling meningkatkan kreativitas adalah suara pada frekuensi 70Hz. Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa 85 Hz adalah frekuensi yang cukup mengganggu, sehingga menjadi lebih sulit berfikir dan menurunkan kreativitas.

Baca Juga: Sama-Sama Mudahkan Transaksi, Apa Perbedaan Digital Banking, Mobile Banking dan Internet Banking?

Selain itu, white noise adalah salah satu hal yang dapat mempermudah tidur. Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi seorang yang mengalami insomnia atau kesulitan tidur. Hal ini secara tak langsung mempengaruhi kreativitas. Dengan tidur yang cukup dan berkualitas, maka tentu kamu akan lebih mudah untuk memunculkan ide-ide kreatif.

3. Membuat Rileks

Pekerjaan yang menumpuk atau jadwal meeting yang padat tentu membuat jenuh. Hal ini akan berdampak pada performa ke depannya. Kamu mungkin tidak bisa begitu saja menghilangkan beban kerja, tapi kamu bisa menyiasatinya dengan membuat dirimu lebih rileks.

Penelitian menyebutkan mendengarkan suara alam seperti gemericik air, deru ombak, suara burung, hingga hujan dapat menimbulkan perasaan positif dan meningkatkan performa kerja. Suara-suara tersebut tentu merupakan white noise karena berisi kombinasi dari berbagai suara yang stabil dan merata.

Baca juga: Data-Driven atau Data-Informed, Pilih Mana yang Pas untuk Keputusan Bisnismu

Pengaruhnya pada Produktivitas

Sebelumnya telah disebutkan berbagai pengaruh yang diberikan dari adanya white noise. Berbagai hal tersebut tentu secara tidak langsung dapat membuatmu lebih produktif dalam pekerjaanmu. Tentu, ketika kamu memiliki konsentrasi yang maksimal, daya pikir kreatif yang meningkat, serta perasaan rileks, maka dengan sendirinya kamu dapat bekerja dengan lebih baik secara kuantitas dan kualitas.

Dengan mengetahui white noise adalah hal yang dapat membantu kinerjamu serta pengaruhnya pada produktivitas, maka kamu dapat mulai menerapkannya di aktivitas sehari-seharimu. Tak perlu harus berada di kerumunan ataupun alam, kamu bisa mendapatkannya melalui berbagai aplikasi, atau bahkan tayangan youtube dan mendengarkan audio di podcast.

Baca Juga: 6 Tips Membuat Executive Summary atau Ringkasan Eksekutif

Itulah penjelasan Jobnas.com terkait white noise. Selain white noise, banyak hal lain yang tentu memengaruhi produktivitasmu. Kamu dapat mengetahui berbagai hal tersebut dengan membaca berbagai artikel di Jobnas.com