Jobnas

News for Worker
Admin Lowker Surabaya Kepala Produksi
1 minggu yang lalu
Admin Loker Jogja Accounting
1 minggu yang lalu
Admin Loker Jogja Customer Service Online
1 minggu yang lalu
Admin Loker Jogja Customer Relationship Management
1 minggu yang lalu
Admin Loker Jogja Staff
1 minggu yang lalu
Admin Loker Jogja Kitchen Helper
1 minggu yang lalu
Enol Writer

Process Mining, Pengertian, Jenis, Manfaat, dan 7 Contoh Penggunaannya

Enol Writer

Ingin Jadi Sales Representative yang Profesional? Wajib Kuasai 5 Skill Ini

Ghufron Writer

Memahami Inclusive Design, Konsep Desain untuk Semua Pengguna

Iwan Bisa

Bagaimana Cara Menggadaikan Barang di Pegadaian?

Gambar Pemilik

JOBNAS.COM

Portal Informasi lowongan kerja yang cepat dan akurat

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – jika kalian mendengar kata-kata rapat maka apa yang terlintas di benak kalian? Lelah atau kehilangan waktu? Mungkin begitu jawabannya.

Perlu kalian ketahui, Stand-up metting bukan hal yang seperti itu. Malah bisa membuat kalian lebi efisien, dan justru bisa meningkatkan produktivitas.

Apakah kalian ingin tahu tentang hal itu? Bacalah sampai tuntas penjelasan lengkap pada artikel kali ini.

Apa itu Stand-up Meeting?

Mari kita mulai dengan definisinya. stand-up meeting adalah berupa pengarahan atau rapat yang bisa dikatakan sangat begitu singkat.

Jenis pertemuan ini diatur sesuai dengan metode manajemen proyek Agile. Seperti yang dijelaskan Jobnas di atas tadi, pertenuab tersebut lebih unik dan bisa dilakukan sambil berdiri. Ya, posisi ini pasti menyakitkan dan membuatmu pegal-pegal. Memang pertemuan ini sengaja diadakan dan sengaja dikemas dalam posisi yang tidak nyaman agar durasi pertemuan tidak terlalu lama.

Biasanya stand-up meeting ini berlangsung setiap hari, sebelum anggota tim mulai menjalankan tugasnya masing-masing.

Topik yang dibahas dalam pertemuan itu juga sangat spesifik. Misalnya:

  1. Apa yang kalian selesikan kemarin?
  2. Apa yang bisa menjadi pengahmbat untuk menyelesaikannya?
  3. Untuk hari ini, apa yang akan kalian lakukan?

Selain metode Agile, pertemuan ini juga digunakan oleh orang-orang yang menganut metode Kanban. Metode seperti itu sering disebut dengan daily stand-up atau kanban harian.

Dilansir dari Scrum, pendekatan manajemen proyek Scrum juga memiliki Scrum harian yang serupa.

Meskipun demikian, kalian tetap bisa mengadakan pertemuan serupa tanpa pendekatan manajemen proyek. Siapa tahu, koordinasi tim Anda akan meningkat.

Manfaat Pertemuan Tatap Muka (Stand-up Meeting)

Tentu pertemuan ini tidak diadakan secara tiba-tiba. Pertemuan ini memiliki banyak fungsi untuk tim kalian.

Saya mencoba menrangkumnya dari ringkasan Agile Alliance dan Agile Business, mengenai fungsi stand-up meeting adalah:

1. Menjadi Bentuk Transparansi

Selama pertemuan ini, setiap anggota tim diberi kesempatan untuk berbicara oleh pemandu. Ini, tentu saja, membuat setiap peran menjadi transparan.

Dengan diadakannya secara demikian kalian akan tahu pekerjaan teman kalian dan sebaliknya.

2. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Jelas, manfaat berbicara melampaui transparansi. Apakah kalian ingin membangun kepercayaan di antara anggota tim? Stand-up meeting adalah solusi atau salah satu jawabannya.

3. Cari Tahu Masalahnya

Ingatlah bahwa salah satu kunci dalam rapat berdiri adalah masalah yang dihadapi dalam pekerjaan. Dengan demikian, secara otomatis, fungsi pertemuan ini adalah untuk mengungkap atau mencari tahu masalah. Karena diadakannya dengan setiap hari, masalah ini juga bisa teratasi dengan cepat.

4. Menjaga Kekompakan Tim atau Kelompok

Setiap anggota tim memiliki jadwal sibuk mereka sendiri. Di tengah pekerjaan, standing meeting atau sebuah pertemuan yang ada setiap di pagi hari bisa jadi tempat berkumpul. Ini bisa menjadi pengingat bahwa anggota tim tidak sendirian. Dengan begitu mereka akan merasa memiliki rekan kerja yang siap membantu jika ada masalah apa bial tidak dapat menyelesaikannya.

Metode Mengadakan Rapat Berdiri

Faktanya, stand-up meeting adalah pertemuan yang sangat mudah untuk diatur. Melansir Atlassian, kalian dalam mengadakan pertemuan atau rapat ini cukup tinggal memilih tempat dan waktu pertemuan dan tempatnya.

Kemudian mintalah kesudian rekan satu tim kalian untuk berkumpul di tempat dan waktu tersebut. Setiap orang hanya harus menjawab tiga pertanyaan selama stand-up meeting, seperti yang sudah di sebutkan di atas tadi.

Selain pertanyaan yang tiga di atsa kalian bisa juga menambahkan pertanyaan lain perihal yang terkait,. Contohnya adalah “apa kabar hari ini?” atau pertanyaan lainnya.

Jadi, apakah kalian dan tim kalian bekerja dari jarak jauh? Kalau nyatanya demikian, kalian selalu bisa mengadakan stand-up meeting di mana saja dan kapan saja.

Pertemuan ini dapat diselenggarakan melalui aplikasi konferensi jarak jauh. Jika durasinya terlalu lama, Geekbot menjelaskan, kalian bisa menggunakan aplikasi komunikasi. Cobalah menjadwalkan rapat. Cukup jawab pertanyaan sambil berdiri secara bergiliran.

Anda juga bisa menggunakan alat, seperti, alat telemetri tersebut, contohnya adalah Dailybot, Olaph, Neo, I Done This, dan lain-lain.

Demikian penjelasan Jobnas mengenai pertemaun atau rapat yang sangat unik. Coba terapkan dan lakukan demi meningkatkan produktivitas tim kalian.

Stand–up meeting adalah satu dari sekian banyak cara membuat tim makin variatif dan kompak tentunya. Selain itu, masih ada banyak tips lainnya yang bisa kamu terapkan.

Baca juga: Ayo Kenali Stock Photo, Supaya Budgetmu Makin Kencang

Kalian bisa mempelajari semua itu dengan gratis. Caranya juga mudah, kalian tinggal membacanya di blog Jobnas.com dan bisa juga mendaftarkan diri supaya setiap kali ada kabar penting admin jobnas bisa langsung mengirimkan info tersebut di akun kalian.

Iwan Bisa
10 bulan yang lalu
0

Jobnas.com – jika konten kalian ingin lebih terlihat ciamik, maka Stock Photo adalah jawabannya. Mengapa saya katakan begitu, karena stock photo adalah salah satu jenis visualisasi konten yang dapat kalian gunakan.

Yang menarik dari ini yaitu perihal harganya yang sangat murah dan lebih-lebih mudah digunakan. Apakah Anda sudah memakainya? Sebelumnya, anda perlu mengetahui apa itu stock Photo. Anda juga perlu memahami lisensi di dalamnya.

Untuk mengetahu perihal itu, kali ini Jobnas akan menayangkan artikel yang bisa membantu kalian untuk lebih akrab dengan Stock photo.

Apa itu Stok Foto?

Stok foto (Stock Photo) adalah foto yang pernah dibuat sebelumnya. Foto itu diambil (difoto) dan diedit oleh orang lain.

Sederhananya begini, setelah foto diambil dan diedit oleh si pemilik, kenudian foto tersebut diunggah di lokasi download yang berupa website foto. Foto-foto tersebut dapat menghasilkan pendapatan dalam bentuk uang yang diperoleh dari website. Setelah itu, fotografer atau si pemilik akan menerima sebagian dari uang tersebut.

Adapun contohnya bisa Anda lihat di bawah ini:

Mungkin setelah anda melihat gambar di atas kalian akan bertanya “Bagaimana dengan orang yang mendownload kemudian mempostingnya? Da untuk apa guna dari gambar ini?”

Guna dari foto tersebut bisa menjadi perbaikan cepat untuk konten visual. Karena di sana selalu tersedia dan anda tinggal mengambil lalu menggunakannya.

Ada juga beberapa hosting foto mengenakan biaya. Dan ada yang hosting foto lainnya yang gratis, namun perlu diketahui oleh anda mereka mempunyai syarat dan ketentuan masing-masing.

Tenang, Jobnas akan membahas ini secara lebih rinci lagi.

Jenis Lisensi Foto

Seperti yang sudah Anda pahami, tidak semua foto yang tersedia gratis. Ada gambar yang mengharuskan Anda mengeluarkan uang.

Mengapa begitu? Sebab yang ke dua di atas akan mengenai hak cipta dalam sebuah karya. Untuk lebih lanjut, lihat rekap di bawah ini:

1. Bebas Hak Cipta

Tidak punya banyak anggaran? Foto yang tersedia dengan lisensi bebas royalti adalah solusi untuk Anda.

Foto bebas royalti atua hak cipta dapat digunakan oleh siapa saja secara gratis. Ini termasuk Domain Publik dan Creative Commons. Domain publik itu sendiri adalah sebuah karya yang hak kekayaan intelektualnya sudah tidak berlaku lagi.

Sementara itu, Creative Commons adalah jenis lisensi yang memungkinkan Anda menggunakan karya secara gratis.

2. Hak yang Dikelola

Kemudian perihal izin yang dikelola. Ini adalah bentuk dari lisensi yang berbayar. Pembayaran juga dapat bervariasi. Beberapa dari Anda harus membayar sekali untuk jangka waktu penggunaan atau berdasarkan lokasi tertentu.

3. Perluasan atau peningkatan

Ada juga lisensi yang mengharuskan Anda berbagi pendapatan dengan pemilik karya. Inilah yang dimaksud dengan kata “perpanjangan” dan “perbaikan”.

Misalnya, Anda mencetak foto antik di sampul buku. Kemudian Anda akan menjual buku itu. Sebagian keuntungan Anda adalah hak pemilik foto. Pasalnya, foto tersebut digunakan untuk tujuan komersial.

Fungsi Stok Foto

Sungguh, mengapa Anda harus menggunakan foto ini? Menurut Anda apa yang dibawanya? Diam-diam mengatakan, foto ini dapat menghemat banyak waktu.

Fungsi dar stock photo ini ialah anda tidak perlu menulis, mencari model dan berpakaian, lalu mengambil gambar dan mengeditnya. Yang perlu Anda lakukan adalah mengunggah stock photo. Plus, stok foto juga menghemat uang. Dan yang perlu dingat bahwa ada opsi foto gratis.

Di artikel lain, Stock Photo juga menjelaskan opsi untuk menggunakan aset visual ini. Pilihan untuk menggunakan foto yang ada adalah:

  • Pemasaran
  • Iklan
  • Presentasi komersial
  • Selebaran
  • Buku
  • Konten media sosial
  • dan lain-lain

Tips Tersedia untuk Menggunakan Foto

Terkadang, stok foto membuat konten Anda terlihat mewah dan indah. Karena se[erti apa yang sudah ada di atas bahwa stok foto adalah konten visual yang digunakan oleh banyak orang. Jika Anda memilih yang salah, konten Anda akan tampak kurang autentik.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Anda bisa menerapkan strategi pemilihan foto yang tepat. Adapun tipsnya antara lain:

1. Pilih Foto yang Tepat

Bayangkan, Anda sedang membaca sebuah artikel. Artikel tentang tips olahraga sebelum persalinan.

Namun, foto sejarah yang digunakan adalah foto orang yang sedang tidur. Konten visual ini dapat mengganggu, daripada membantu Anda membuat artikel lebih mudah dibaca. Jadi selalu pilih foto yang sesuai dengan barangmu, ya! Dengan cara ini, perpustakaan foto dapat mendukung konten Anda dengan baik.

2. Beradaptasi dengan Penonton

Bayangkan, ada merek X yang audiensnya adalah remaja. Sayangnya, di jejaring sosial X, stok foto yang digunakan adalah model dewasa.

Tentu saja, itu bisa menjadi masalah. Remaja membuka media sosial merek X akan sangat bingung.

Sebab, kepribadian yang ditunjukkan X tidak cocok untuk penonton. Jangan biarkan diri Anda melakukan ini, teman-teman!

3. Selalu Mencari Sesuatu yang Baru

Beberapa arsip digunakan secara berlebihan, yaitu terlalu sering digunakan oleh banyak orang.

Hindari selalu foto-foto seperti ini, ya! Langkah ini bisa membuat konten Anda lebih berkualitas. Karena foto yang Anda gunakan masih baru dan jarang dilihat orang lain.

4. Pilih Foto yang Natural

Terkadang ada foto dengan model yang terlihat kurang natural. Misalnya di foto, postur mereka terlalu kaku.

Ini adalah stok foto yang harus Anda hindari. Konten visual Anda tampak egois dan tidak autentik. Juga…

5. Hindari Pose yang Tidak Cocok untuk Anda.

Misalnya, Anda membutuhkan foto orang yang sedang melakukan pekerjaan serius di depan laptop. Mereka yang fokus tentu saja jarang tersenyum. Jadi, pilihlah ekspresi natural seperti para pekerja.

Berakhirlah penjelan Jobnas kali ini mengenai apa itu stock Photo dan lainnya. Tentu saja, setelah membacanya, stok foto adalah jenis hal yang Anda kuasai luar dalam.

Baca juga: Apakah Kamu Masuk Bagian dari Kelompok Pekerja White Collar? Yuk, Cari Tahu di Sini

Jika kalian masih butuh lebih banyak tips tentang membuat konten? Maka kalian dapat membacanya di blog Jobnas sekarang, ayo mulailah dari sekarang!

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Apakah kalian pernah dengar bahwa pekerja dapat dikelompokkan berdasarkan “warna kerah” yang dikenakannya, lebih dikenal lagi dengan sebutan White collar.

Pekerja yang seperti itu biasanya sering kalian lihat di kantor alias pekerja kantoran. Kalian ingin ingin tahu lebih banyak tentang White Collar? Lanjutkan baca sampai habis artikel Jobnas kali ini.

Pada artikel kali ini sengaja Jobans ingin memberi tahu kalian mengenai Apa itu White Collar dan lain semacamnya dari itu.

Siapa yang disebut White Collar?

White Collar adalah bahsa inggris, jika di translate ke baha indonesia mempunyai arti kerah putih. Istilah inggris ini biasanya  disndangkan pada orang atau kelompok pekerja yang profesinya sebagai juru tulis. Dan biasanya digunakan oleh seorang yang bekerja di belakang meja melakukan pekerjaan manual atau minimal.

Jika disederhakan lagi isltilah ini, biasanya disandangkan kepada kelompok pekerja yang biasanya lebih sering memakai kerah putih, jas, dan dasi untuk bekerja di kantor. Selain itu, kelompok pekerja kerah putih pada awalnya memiliki status sosial yang lebih tinggi.

Kayaknya istilah ini bisa dianggap lebih superior karena orang-orang yang termasuk dalam kelompok kerah putih cenderung memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi daripada kelompok lain, seperti pekerja kerah biru.

Umumnya, pekerja kerah putih adalah kelompok yang berhubungan dengan pekerjaan seperti programmer, akuntan, pemasaran, pengacara, dan pekerjaan lain yang terkait dengan sektor keuangan.

Tentu saja, sebagian besar pekerjaan ini memiliki setidaknya satu gelar sarjana dan karena itu membayar gaji di atas rata-rata.

Jenis Pekerjaan Kerah Putih

Saat ini, khusunya di zaman yang semakin canggih pasti akan tentu lebih banyak jenis pekerjaan. Akibatnya, pekerjaan yang termasuk dalam kelompok pekerjaan kerah putih menjadi lebih beragam. Pekerjaan kerah putih  dianggap lebih menjanjikan.

Sampai tahun 2026, pekerjaan kerah putih akan terus tumbuh kuat dibandingkan pekerjaan lain, bukan hanya karena gaji yang relatif tinggi. Berikut adalah beberapa contoh pekerjaan kerah putih yang menjanjikan:

1. Pengembang Perangkat Lunak

Pekerjaan kerah putih ini adalah merancang aplikasi, database, game, dan lainnya. Pertumbuhan pekerjaan diperkirakan sebesar 31% dari 2016 hingga 2026, menjadikannya pekerjaan kerah putih dengan pertumbuhan tercepat saat ini.

2. Akuntan atau CPA

Tugas pekerjaan ini adalah menyiapkan segala urusan keuangan perusahaan. Semua harus mematuhi hukum dan peraturan negara yang berlaku. Tingkat pertumbuhan hingga 2026 diperkirakan akan sampai pada 10%.

3. Analis Riset Pasar

Di antara profesi kerah putih, Analis Riset Pasar juga  diminati dan berkembang pesat. Tugas analis riset pasar adalah membantu perusahaan memutuskan produk mana yang akan dijual dan berapa harganya.

Selain itu juga membantu dalam menentukan strategi pemasaran lainnya. Pertumbuhan pendudukan ini akan menjadi sekitar 23% pada tahun 2026.

4. Analis Keamanan Informasi

Pekerjaan kerah putih keamanan siber ini tumbuh sekitar 28%, salah satunya akan sangat diminati pada tahun 2026. Pekerjaan ini membutuhkan pelatihan penuh, atau yang sangat diharapkan dari pekerjaan ini adalah lulusan IT.

Keuntungan dari Pekerjaan Kantor

1. Kenali Bisnis Lebih Dalam

Secara Menyeluruh Salah satu keuntungan dari mengejar atau memiliki pekerjaan kantor adalah kalian dapat mempelajari seluruh bisnis secara menyeluruh. Bekerja di kantor memungkinkan kalian untuk terlibat dan lebih memahami bisnis setiap hari.

2. Lebih kreatif

Karyawan adalah orang yang diharapkan kreatif. Untuk karir jangka panjang, kalian sangat butuh akan ide-ide bagus untuk mengembangkan perusahaan kalian dan membuatnya lebih profesional. Mereka juga diharapkan untuk  belajar dan mengembangkan keterampilan mereka secara mandiri  tanpa terlalu diawasi.

3. Gaji Tinggi

Sebagaimana telah disebutkan di atas, tidak dapat disangkal bahwa karyawan berkerah putih dibayar jauh di atas rata-rata. Setidaknya gajinya layak dan di atas UMP.

Tentu saja, semakin tinggi posisi kalian di perusahaan, maka semakin tinggi pula gaji kalian.

Itulah pemaparan atas keompok pekerja white collar atau kerah putih. Apakah saat ini profesimu termasuk pada kelompok pekerjaan kerah putih? Dan apakah justru cita-citamu menjadi bagian dari kategori itu?

Baca juga: 6 Cara untuk Negosiasi Keterlambatan Datang saat Interview

Kalau jawabannya iya, kalian bisa temukan pekerjaan impianmu di Website Jobnas.com. Cukup Sharching di google maka kalian sudah bis menemukannya. Maka dari sekarang terus intip jobnas supaya kamu cepat dapat pekerjaan seperti apa yang kalian impikan.

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – “Apa yang harus saya lakukan jika saya terlambat untuk wawancara? Apakah saya harus tetap datang dn menghadap recruter atau langsung pulang saja dengan tangan hampa?

Pertanyaan di atas sering kali ada di benak pencari kerja yang berada dalam dilema karena takut ditegur oleh manajer perekrutan karena terlambat saat hendak melakukan Interview.

Sedangkan wawancara atau interview ini sangat begitu didambakan. Bisa dibilang ini tentang pekerjaan yang saya impi-impikan.

Kalian ajngan khawatir dulu, pada artikel ini Jobnas akan memberikan jalan kepada kalian dari berbagai cara untuk menagtasinya.

1. Melaporkan Keterlambatan

Banyak yang akan menjadi pemicu yang akan membuat diri kita terlmbat. Kadang secara tidak disengaja kita terjebak kemacetan dalam perjalanan saat menuju wawancara dengan begitu secara otomatis kita akan terlambat, maka sebaiknya kita segera memberitahukan kepada perekrut.

Yaitu dengan memberitahu bahwa kita tidak akan tepat waktu. Jika memungkinkan, yakinkan perekrut bahwa kalian tidak akan terlambat lebih dari 10, 15, atau hingga 30 menit.

Dengan begitu, kalian akan dinegosiasi oleh prekrut kerjamu perihal keterlambatan. Dan jika seandainya perekrut kalian memiliki komitmen lain dan tidak bisa menunggu lama, kalian busa mencoba tawarkan janji baru.

Hal ini dilakukan tujuannya untuk menghormati perekrut karena setiap orang memiliki jadwalnya sendiri. Kalian bisa hubungi perekrut kalian melalui pesan atau panggilan telepon langsung.

2. Minta Maaf

Jika kalian terlambat untuk wawancara, segera minta maaf kepada perekrut. Bertindaklah secara profesional dengan meminta maaf kepada perekrut jika kalian terlambat lebih dari 10 menit.

Karena kalian tidak tahu apakah perekrut memiliki rencana lain setelah mewawancarai kalian. Dengn begitu jika kalian mengambil tindakan seperti di atas maka perekrut bisa memahami kendala keterlambatan kalian.

Sebab kita tidak tahu keterlambatan otomatis berbenturan dengan agenda lain untuk perekrut. Namun, saat meminta maaf, jangan terlalu berlebihan. Permintaan maaf yang tulus dan profesional sudah cukup untuk memberi tahu perekrut bahwa kalian telah menyesal karena terlambat.

3. Berusaha Menenangkan Diri

Saat kita terlambat pasti banyak hal akan terjadi keepada kita. Kemungkinan kalian akan kehilangan fokus, kehabisan napas, atau terganggu oleh faktor lain yang membuat wawancara tidak akan berjalan lancar.

Jadi, di saat situasi seperti itu luangkan waktu untuk menenangkan diri agar kalian bisa fokus kembali pada percakapan.

Jika kalian sudah tidak fokus pada pembicaraan, maka secara otomatis kalian akan gagal saat diwawancara. Tentu hasilnya akan sangat mengecewakan karena kurang konsentrasi.

4. Bersiaplah jika jadwal diubah

Seperti yang kami katakan sebelumnya, perekrut memiliki lebih banyak memiliki tanggung jawab daripada sekadar wawancara. Mereka setelah menerima alasan kalian pasti akan menunda waktu untuk wawancara. Oleh karena itu,  jadwal wawancara dapat berubah karena keadaan manajer perekrutan.

Dalam hal ini, kalian harus lebih mempersiapkan diri untuk wawancara. Jangan pernah terlambat lagi karena akan menyebabkan nilai buruk di mata perekrut jika hal ituterulang kembali.

5. Tetap positif

Datang terlambat untuk melakukan wawancara jelas merupakan awal yang salah. Namun, alih-alih berkutat pada kesalahan-kesalahan tersebut, sebaiknya kita berpikir positif.

Selanjutnya lebih baik kita berpikir bagaimana wawancara akan berjalan lancar. Tidak ada gunanya meratapi kesalahan kalian hanya karena kalian terlambat.

Jika kalian tetap memikirkan itu, maka kalian tidak akan fokus. Dengan itu sebenarnya mencegah kalian saat menjawab pertanyaan dengan benar dan membuat perekrut kurang tertarik pada kalian. Maka dari itu tetaplah positif.

6. Ucapkan Terima Kasih

Setelah selesai melakukan wawancara lebih baiknya, jangan lupa untuk meminta maaf lagi dan berterima kasih atas kesudian perekrut karena sudah meluangkan waktunya. Ucapan terimakih itu diucapkan sebelum kalian meninggalkan ruangan wawancara.

Jika waktu itu tidak cukup tidak ada lagi waktu untuk mengucapkannya, maka kirimkan uacapan tersebut melalui email.

Kalian bisa mengirim email selama jam kerja. Misalnya, jika kalian memiliki wawancara pada hari Senin sore, kalian dapat mengirim email pada hari Selasa.

Itulah enam hal yang bisa kamu lakukan saat telat datang interview kerja. Namun yang perlu kalian ketahui lagi, meski kalian sudah tahu bagaimana cara menegosiasi keterlambatan. Jangan-sekali-kali kalian mencoba untuk terlambat. Sebab, itulah kesempatan baik untuk mendapatkan pekerjaan.

Pasalnya, jika di pertemuan pertama kalian sudah begitu, maka ada kemungkinan recruiter akan melirik kalian dengan banyak catatan.

Baca juga: Bagaimana Aturan Cuti Besar dalam Undang-Undang?

Biar kalian semakin yakin dalam menjalani interview atau wawancara, Jobnas telah menyiapkan berbagai macam tips serta contoh pertanyaan dan jawaban interview yang bisa kamu dapatkan.

Kalian bisa membaca di blog Jobnas yang sudah tersedia.

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Cuti hamil, sakit, dan Cuti tahunan tentu sangat lumrah terjadi dalam dunia kerja. Namun, tahukah Anda tentang Cuti Besar atau hari libur nasional?

Sebagai karyawan baru, istilah ini mungkin masih terdengar sangat asing di telinga Anda.

Mengapa tidak, sebab hanya karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan yang sama yang dapat menggunakan cuti seperti ini.

Apakah aturan cuti panjang tertulis dalam UU Ketenagakerjaan?

Untuk menjawab rasa penasaran Anda pada artikel kali ini, Jobnas akan menjelaskannya satu per satu. Ayo, simak baik-baik!

Apa Itu Cuti Besar?

Pada dasarnya istilah cuti besar berarti hak isitirahat karyawan dengan rentang waktu yang lumayan panjang.

Jika Anda telah bekerja di perusahaan selama 6 tahun, Anda berhak mengambil  cuti  panjang.

Karena menurut UU Ketenagakerjaan, setiap karyawan berhak atas cuti minimal 2 bulan pada tahun ketujuh dan kedelapan.

Dalam pelaksanaannya, hak cuti panjang dapat digunakan baik pada tahun ketujuh maupun tahun kedelapan bulan itu.

Oleh karena itu, jika Anda mengambil cuti panjang, Anda tidak berhak atas cuti tahunan.

Ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan hak cuti panjang berlaku kembali setiap 6 tahun setelah bekerja.

Jadi Anda secara otomatis mendapatkan jatah lain ketika Anda memasuki siklus kerja 12 tahun dan diambil di tahun 13 dan ke 14.

Baca Juga: Screening Interview, Sebagai Tahap Awal Sekaligus Penentu Pelulusan Para Pekerja!

Hak, Jenis dan Aturan Cuti Menurut UU

Undang-undang yang mengatur waktu cuti karyawan adalah Undang-Undang Ketenagakerjaan (UU) No. 13 Tahun 2003.

Undang-undang tersebut menetapkan tujuh macam hak cuti yang berkaitan dengan karyawan, yaitu:

1. Cuti Tahunan

jenis cuti pertama yang diatur dalam UU Ketenagakerjaan adalah karyawan berhak atas cuti tahunan.

Hal ini mengacu pada waktu istirahat dimana karyawan tetap dibayar. Dengan kata lain, meski dalam kondisi cuti, namun tetap dibayar.

Karyawan dapat menggunakan sendiri cuti tahunannya untuk tujuan apapun sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya.

2. Cuti Besar/Umum

Cuti diatur oleh undang-undang yang berlaku umum dan secara khusus disepakati dalam kontrak kerja karyawan.

Jadi perhentian besar ini sering disebut jeda panjang. Ini sengaja dirancang untuk karyawan setia yang telah bekerja di perusahaan yang sama selama 6 tahun.

Jika Anda ingin mengambil  cuti tersebut, Anda harus mengaturnya terlebih dahulu.

Lalu mengapa? Karena waktunya cukup lama yaitu 1 (satu) bulan. Oleh karena itu, tentunya  juga harus memperhatikan karya lainnya.

3. Cuti Bersama

Cuti bersama adalah hak karyawan yang sering diabaikan oleh advokat SDM.

Jenis cuti ini sebenarnya merupakan cuti khusus bagi pegawai instansi pemerintah seperti  kedutaan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Namun, beberapa lembaga swasta dapat menerapkan hak cuti ini juga kepada karyawan, jika hal itu tertulis dalam kebijakan perusahaan.

4. Cuti Hamil atu Persalinan

Seperti namanya, cuti jenis ini merupakan hak bagi perempuan atau ibu hamil dan melahirkan.

Sebagaimana diatur dalam undang-undang no. 13 Tahun 2003, dimana tenaga kerja yang hamil diperbolehkan cuti selama 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan.

Akan tetapi, di beberapa perusahaan, cuti melahirkan diatur untuk jangka waktu kumulatif 3 bulan.

Hal ini dilakukan karena HPL (Hari Lahir) tidak mudah untuk dihitung dan ditentukan.

5. Cuti sakit

Jika merasa tidak enak badan, jangan takut untuk meminta cuti sakit.

Cuti jenis ini adalah cuti yang diterima karyawan pada saat sakit dan tidak dapat melakukan tugasnya.

Kebijakan ini juga dijelaskan dalam UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003  (UU 13/2003) pada Pasal 93, Ayat 2, Butir a.

Dijelaskan bahwa perusahaan wajib membayar upah karyawan yang sakit. Dengan kata lain, perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk beristirahat jika kesehatannya kurang baik.

6. Cuti alasan penting

Berdasarkan Pasal 93 Ayat (2) dan (4) disebutkan bahwa bahwa hak cuti dengan alasan penting memiliki ketentuan sebagai berikut:

  • Karyawan menikah: 3 hari
  • Menikahkan anaknya: 2 hari
  • Mengkhitankan anaknya: 2 hari
  • Membaptis anak: 2 hari
  • Isteri melahirkan atau keguguran kandungan: 2 hari
  • Suami/isteri, orang tua/mertua atau anak atau menantu meninggal dunia: 2 hari
  • Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia: 1 hari

Itulah dia penjelasan singkat mengenai definisi, cara mengajukan dan jenis-jenis cuti yang karyawan wajib ketahui.

Ingat, cuti adalah hak karyawan yang sudah diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Maka dari itu, jangan ragu untuk memanfaatkannya sesuai kebutuhanmu.

Apakah Cuti Besar Tetap Mendapatkan Gaji?

Sebagaiaman dijelaskan di atas, setiap karyawan berhak untuk mengambil hak cuti besar, namun apakan tetap dapat gaji?

Tenang saja, kamu akan tetap mendapatkan gaji berupa upah pokok ditambah dengan tunjangan tetap saat melaksanakan cuti besar.

Bahkan, menurut Pasal 3 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 51/MEN/IV/2004, di tahun kedelapan kamu akan mendapatkan kompensasi hak istirahat tahunan sebesar setengah bulan gaji.

Dalam sebuah peraturan, perusahaan juga akan memberitahukan kepada seluruh karyawan selambat-lambatnya 30 hari sebelum hak istirahat panjang muncul.

Sebagai contoh, kamu masuk di suatu perusahaan pada tanggal 21 Mei 2011 dan sudah bekerja sampai 21 Mei 2017.

Setelah genap enam tahun, perusahaan wajib memberitahukan kepadamu paling lambat tanggal 21 April 2017.

Aturan dalam Perusahaan

Karyawan yang hendak mengambil cuti, harus memberitahu minimal 30 hari sebelum cuti, beberapa peraturan masih berlaku di perusahaan mengenai jenis cuti ini.

Semua ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Migrasi No. 51/MEN/IV/2004.

Sebagaiman Pasal 4 dijelaskan bahwa hak cuti besar dapat dibatalkan jika pekerja tidak menggunakannya dalam waktu enam bulan sejak hak itu berada.

Namun, hak cuti besar Anda tidak dianggap batal jika Anda tidak menggunakannya karena kehendak perusahaan.

Misalnya, ketika liburan Anda tiba, ternyata perusahaan membutuhkan Anda untuk mengerjakan proyek tertentu.

Baca juga: Kenali 5 Perbedaan Antara Bos vs Pemimpin

Itulah dia beberapa penjelasan tentang hari-hari besar dan aturannya yang disebutkan dalam UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Migrasi No. 51/MEN/IV/2004.

Enol Writer
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Pegawai Negeri Sipil (PNS), saat ini menjadi salah satu jabatan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia.

Hal itu berangkat dari data hasil laporan  dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang terangkum dalam Buku Statistik Aparatu Sipil Negara Juni 2022, disebutkan bahwa, jumlah pegawai negeri sipil di indonesia per 30 juni 2022, tercatat ada 3.992.766.  

Jumlah tersebut meliputi instansi pusat dan daerah, untuk instansi pusat terdapat 963.171 pegawai, sementara instansi daerah berjumlah 3.029.595 pegawai yang tersebar di seluruh tanah air.

Wajar saja kemudian ketika jabatan sebagai PNS banyak digemari oleh pelamar, salah satu alasan terkuatnya adalah soal gaji PNS yang cukup fantastis.

Baca Juga: Bocoran Gaji CPNS dan PPK 2023, Berikut Ulasan Lengkapnya!

Tidak hanya itu saja, menjadi PNS juga memiliki tunjangan yang nilainya juga cukup fantastis, tergantung posisi dan tanggung jawab yang emban.  

Di Indonesia, posisi PNS dengan tunjangan tertinggi mungkin bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti golongan, masa kerja, dan tingkat jabatan.

Posisi PNS dengan Tunjangan yang Tinggi

Namun, beberapa posisi yang biasanya memiliki tunjangan dan gaji yang tinggi antara lain:

1. Menteri dan kepala departemen pemerintah

2. Gubernur dan Bupati/Walikota

3. Jaksa Agung dan Hakim Agung

4. Pimpinan tertinggi lembaga negara, seperti Kepala BPK, Kepala BIN, dan lainnya.

5. Pimpinan militer TNI, seperti Jenderal TNI dan Marsekal TNI

Harus diingat bahwa nominal tunjangan dan gaji yang diterima oleh PNS dengan posisi tertentu dapat berubah sesuai peraturan pemerintah saat ini.

Lantas kenapa posisi tersebut memiliki tunjangan yang tinggi? Tentu semua itu ada alasan tertentu, sebab semua jabatan tersebut memiliki hubungan langsung dengan pemerintah dan juga masyarakat.

Alasan Kenapa Posisi Tersebut Memiliki Tunjangan Tinggi

Posisi-posisi PNS tertentu dengan tunjangan dan gaji yang tinggi memiliki beberapa alasan sebagai berikut:

1. Jabatan strategis

Menteri dan kepala departemen pemerintah, Gubernur dan Bupati/Walikota, serta pimpinan tertinggi lembaga negara memiliki tanggung jawab dan tugas yang strategis dan memiliki dampak besar terhadap pemerintahan dan masyarakat.

Oleh karena itu, mereka menerima tunjangan dan gaji yang lebih tinggi untuk mencerminkan tanggung jawab dan beban yang mereka pikul.

2. Pendidikan dan pengalaman

Dalam urusan pendidikan dan pengalaman, Jaksa Agung dan Hakim Agung memerlukan pendidikan dan pengalaman yang tinggi dalam bidang hukum dan peradilan, dan mereka memiliki tugas dan tanggung jawab yang penting dalam memastikan keadilan dan hukum yang berlaku.

Oleh karena itu, mereka menerima tunjangan dan gaji yang lebih tinggi untuk menghormati pengalaman dan kompetensi mereka.

3. Tanggung jawab dan tugas

Pimpinan militer TNI memiliki tanggung jawab dan tugas yang besar dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional, serta memimpin personel TNI dalam tugas dan operasi.

Oleh karena itu, mereka menerima tunjangan dan gaji yang lebih tinggi untuk menghormati tanggung jawab dan beban yang mereka pikul.

Semua posisi PNS dengan tunjangan dan gaji yang tinggi memiliki tugas dan tanggung jawab yang penting dan memiliki dampak besar terhadap pemerintahan dan masyarakat.

Oleh karena itu, mereka menerima tunjangan dan gaji yang lebih tinggi untuk menghormati tanggung jawab dan beban yang mereka pikul.

Dari beberapa alasan diatas, maka tidak heran ketika posisi PNS menjadi jabatan yang bergengsi saat ini, dan tidak sedikit dari masyarakat yang berlomba-lomba untuk mendapatkan posisi tersebut.

Namun demikian, setiap posisi memiliki kekurangannya masing-masing sehingga dari beberapa jabatan di atas, maka terdapat beberapa kekurangan yang mungkin bisa dijadikan pertimbagan.

5 Kekurangan Menjadi PNS

lantas apa saja kekurangan dari posisi tersebut? Misalnya Posisi PNS dengan jenjang eselon tertinggi memiliki beberapa kekurangan, meskipun mereka memiliki tunjangan tertinggi dan prestige. Berikut beberapa di antaranya:

1. Tanggung jawab yang besar

Posisi PNS dengan jenjang eselon tertinggi memiliki tanggung jawab yang sangat besar, seperti memimpin dan mengkoordinasikan aktivitas dalam bidang mereka, membuat kebijakan, dan menjaga kestabilan lingkungan kerja.

2. Beban kerja yang tinggi

Posisi ini membutuhkan tingkat dedikasi dan konsentrasi yang tinggi, karena mereka harus membuat keputusan penting dan memimpin tim yang besar.

3. Tekanan politik

Posisi PNS dengan jenjang eselon tertinggi biasanya memiliki tekanan politik yang tinggi, karena mereka harus bekerja dengan berbagai pihak, termasuk partai politik, pemerintah, dan masyarakat.

4. Kurangnya waktu pribadi

Posisi ini memerlukan waktu yang banyak dan dedikasi yang tinggi, sehingga membatasi waktu pribadi dan mempengaruhi kualitas hidup pribadi.

5. Tanggung jawab hukum

Posisi PNS dengan jenjang eselon tertinggi memiliki tanggung jawab hukum yang besar, dan mereka bisa diproses dan dikenakan hukuman jika melanggar hukum atau undang-undang.

Baca juga: Simulasi TWK dan Kunci Sukses CAT Tes Wawasan Kebangsaan

Ini hanya beberapa kekurangan dari posisi PNS dengan jenjang eselon tertinggi. Namun, meskipun ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, masih banyak orang yang tertarik untuk bekerja sebagai PNS dengan jenjang eselon tertinggi karena prestige, tunjangan, dan kesempatan untuk membuat perubahan positif bagi masyarakat.

Enol Writer
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Begini perbedaan antara Bos vs Pemimpin sering banget terlintas dalam percakapan seorang para pencari kerja.

Bagaimana tidak? untuk memastikan setiap pencari kerja ingin memiliki atasan dengan keterampilan kepemimpinan yang baik dan etis.

Terutama dengan berbagai polemik yang muncul terkait karyawan yang menampilkan sikap atasannya di kantor.

Untuk melihat berapa pentingnya penilaian karyawan dan jobseeker terhadap seorang atasan, kali ini, Jobnas akan mengupas perbedaan dari seorang bos dan pemimpin.

Yuk, simak selengkapnya dalam rangkuman berikut ini!

Definisi Bos dan Pemimpin

Sebelum membahas lebih tentang perbedaan peran antara bos vs pemimpin, kita harus mengetahui terlebih dahulu arti dari masing-masing istilah.

Mengutip dari laman Cleverism, kata ‘bos’ dring dekali menuai stigma yang negatif. Pasalnya, dengan istilah seperti itu sering dikaitkan dengan kata ‘bossy’ yang memiliki arti suka memerintah.

Jika kamu membuka Oxford Dictionary, terjemahan dari kata ‘boss’ adalah seseorang yang memiliki tanggung jawab pada sebuah organisasi.

Dengan demikian, kini istilah ‘bos’ lebih sering sekali di kaitkan dengan seorang atasan yang sangat tidak menyenangkan dan memiliki wewenang untuk suka memerintahkan bawahannya.

Di sisi lain, pemimpin sering sekali dikaitan dengan seseorang yang berperan untuk memimpinkan sebuah organisasi.

Bila kamu sandingkan perbedaan dari bos vs pemimpin, dengan kata ‘pemimpin’ dengan memiliki makna yang jauh lebih positif.

Mengapa dengan demikian? Sebab, tidak seperti bos, untuk seorang pemimpin sering di anggap sebagai seseorang yang mampu untuk menasehati bawahannya dan tidak hanya untuk memerintahkan.

Bahkan, tidak jarang juga seorang pemimpin akan ikut berpartisipasi dalam rangka menyelesaikan sebuah tugas bersama bawahannya.

Baca Juga: Tunjangan Hak Para Pekerja yang Wajib Ditunaikan Perusahaan

Perbedaan Peran Seorang Bos dan Pemimpin

Setelah kamu mempelajar bebrapa perbedaan arti antara bos dan pemmpin, kini kita akan membahas lebih lanjut lagi dari hal-hal yang membentuk pengertian tersebut, yaitu peran mereka di kantor.

Meskipun tanggung jawab mereka adalah sebagai atasan, tentunya sifat seorang bos dan pemimpin dapat dilihat dari kinerja mereka di tempat kerja.

Nah, kira-kira, seperti apa perbedaan peran antara seorang bos dan pemimpin? Berikut penjelasannya:

1. Sikap saat Menghadapi Masalah

Menurut Intelivate, perbedaan utama antara bos vs pemimpin dapat dilihat saat mereka sedang menghadapi sebuah masalah.

Pada umumnya seorang bos hanya akan memberikan sebuah perintah dan mendorong para karyawannya untuk menemukan sebuah solusi yang pasti.

Bebeda halnya dengan seorang pemimpin. Serorang pemimpin akan membantu semua bawahannya dengan memberikan dengan berbagai opsi yan solutif.

2. Cara memberikan Penilaian dan Kritik

Dengan perbedaan selanjutnya antara seorang bos dan pemimpin dapat kamu saksikan saat ia sedang memberikan penilaian dan kritik.

Jika seorang bos akan mengukur kualitas kerja karyawan berdasarkan hasil akhirnya. Bahkan, tak jarang ia akan menilai cara kerja karyawan. Bila karyawan bekerja sesuai aturan dan perintahnya, maka nilai yang diberi akan lebih tinggi.

Berbeda dengan seorang pemimpin. Ia akan menilai kinerja karyawan secara objektif.

Mulai dari progres hingga hasil akhir, semua aspek akan di jadikan sebuah bahan penilaian. Pemimpin juga tidak akan sungkan untuk mengapresiasi kerja keras bawahannya.

Saat memberikan sebuah kritikan, perbedaan bos vs pemimpin adalah dari bentuk saran yang mereka ujarkan.

Bila bos hanya akan memberikan kritik yang pedas, pemimpin akan mengungkapkan kritik yang membangun damn memotifasi.

3. Saat menerima Saran dari Bawahan

Dikutip dari laman Villanova University, ada perbedaan sikap antara bos vs pemimpin saat bawahan sedang memberikan saran.

Seorang bos pada umumnya tidak akan menerima kritik ataupun saran dari bawahan. Pada dasarnya, menurut mereka cara kerja yang mereka ajukanlah yang terbaik.

Di sisi lain, seorang pemimpin takkan ragu untuk mendengarkan semua saran yang telah diberikan bawahannya.

Tidak hanya itu, mereka juga akan memberikan rasa apresiasi dan mendiskusikan solusi yang terbaik untuk bersama bawahannya.

4. Sikap Mereka mengenai Kesetaraan

Kesetaraan merupakan suatu hal yang penting untuk diberdayakan dalam tempat kerja, khususnya pada era modern ini.

Tidak hanya perihal gender atau ras, kesetaraan antar karyawan juga bisa ditunjukkan melalui sikap yang adil.

Untuk perbedaan antara bos vs karyawan adalah cara mereka menanggapi isu tersebut.

Seorang bos biasanya memiliki karyawan favorit. Mereka bahkan tidak mementingkan kesetaraan di antara karyawannya.

Namun, berbeda dengan sikap pemimpin. Dalam segala perintah, mereka akan mampu untuk mengajukan unsur-unsur yang mendukung kesetaraan. Semua penilaian dan tugas juga diberikan secara objektif.

5. Bila terjadi Kesalahan

Terakhir, di kutip dari Volaris Group, perbedaan signifikan antara bos vs pemimpin adalah cara mereka menanggapi kesalahan.

Umumnya, seorang bos hanya akan menempatkan kesalahan pada bawahannya. Mereka tidak akan ragu untuk memberikan bawahan hukuman tanpa mendengarkan alasan mereka.

Berbeda sebaliknya, cara pemimpin menanggapi kesalahan adalah dengan mencari solusi secara bersama-sama dengan bawahannya.

Meskipun bawahan sudah mengaku salah, pemimpin tidak akan menghukumnya secara sembarangan. Ia justru akan memberikan kritik yang membangun.

Itu dia 5 perbedaan yang perlu kamu ketahui antara seorang bos vs pemimpin. Intinya, seorang bos kini memiliki makna negatif karena sikapnya yang suka memerintah tanpa memberikan dukungan.

Baca juga: 6 Tips Interview di Luar Kota, Pahami dan Selalu Menjaga Kesehatan

Beda halnya dengan pemimpin. Individu ini digambarkan sebagai atasan yang diidamkan oleh para jobseeker. Nah, bagaimana denganmu? Apakah atasanmu seorang bos atau pemimpin?

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Jika kamu mendapatkan panggilan wawancara yang berada di luar kota, hal yang seperti ini sangatlah mudah untuk diterima begitu saja. Kamu juga harus mempelajari tips ampuh agar proses wawancara di luar kota berjalan dengan lancar.

Karena, sangat di sayangkan sekali jika panggilan wawancara tersebut diabaikan begitu saja hanya karena kamu tidak mempunyai persiapan atau bahkan kamu sangat merasa malas untuk mendatanginya.

Bisa jadi, itu suatu kesempatanmu untuk mendapatkan sebuah pekerjaan dalam waktu yang sudah dekat.

Nah, cara untuk mengatasi masalah tersebut, dalam artikel ini Jobnas akan memberikan tips sukses menjalani wawancara di luar kota untukmu.

Tips Ketika Mau Interview di Luar Kota

1. Periksa lowongan

Hal yang wajib kamu lakukan pertama adalah memastikan kembali Lowongan Kerja, dan kamu juga harus lebih berhati-hati saat mendapatkan panggilan wawancara dari luar kota. Pasalnya, tidak jarang itu merupakan salah satu lowongan palsu .

Oleh karena itu, tips yang pertama untuk menjalani wawancara di luar kota adalah lakukan kembali untuk periksa terlebih dahulu apa ada tanda-tanda itu merupakan suatu lowongan palsu di sana.

Tanda-tanda itu biasanya seperti email perusahaan yang tidak profesional dan terdapat banyak sekali tulisan typo di dalam deskripsinya.

Dan, tidak ada salah juga untuk meriset suatu perusahaan terlebih dahulu di internet untuk memastikan kembali apakan lowongan ku itu merupakan lowongan palsu atau tidak.

Nah, jika ingin tau lebih lanjut lagi untuk terkait lowongan palsu, kamu bisa bertanya langsung di Jobnas sekarang juga.

Di sana juga ada banyak informasi profesional yang akan membantu mu untuk mengatasi masalah seperti ini

Baca juga: Melakukan Mock Interview Bisa Membuatmu PD Saat Wawancara

2. Persiapkan diri dan barang-barang bawaan

Sama sepeti yang di lakukan pada saat wawancara oada umumnya, kamu juga harus mempersiapkan diri kamu dengan matang, mulai lah mencari contoh beberapa pertanyaan wawancara di internet, dan lakukanlah untuk berlatih wawancara hinggal melakukan riset pada perusahaan yang bersangkutan.

Dan, selain itu untuk jangan lupa untuk mempersiapkan beberapa barang-barang yang memang harus si bawa, baik saat dalam perjalanan maupun berkas-berkas yang di butuhkan pada saat wawancara.

Pastikan kembali untuk pakaian dan sepatu yang ingin kamu pakai pada saat wawancara yang di masukan ke dalam tas atau koper.

Jika perlu, lakukan pengepakan ulang di malam hari sebelum besoknya kamu berangkat ke lokasi wawancara di luar kota.

3. Tanyakan dengan sopan mengenai biaya perjalanan

Jangan ragu untuk bertanya dengan sopan kepada perekrut , apakah untuk biaya perjalanan dibiayai atau tidak.

Dilansir dari The Job Network , pertanyaan ini tidak akan berpengaruh terhadap proses jika dapat dilakukan dengan sopan dan hati-hati.

Oleh karena itu, perhatikan dengan hati-hati kalimatmu saat ingin mengajukan penawaran seperti ini.

Jika memang dibiayai oleh perusahaan, otomatis kamu harus patuhi segala syarat dan ketentuan yang diajukan oleh mereka.

Akan tetapi, jika tidak dibiayai, harus terlebih dahulu bertanya terlebih dahulu, apakah kamu akan bersedia mengeluarkan uang demi melakukan wawancara ini.

Terlepas dari semua itu, jika kamu optimis dapat diterima oleh perusahaan, segera berangkat dan dipersiapkan sebaik mungkin.

Baca juga: Waspadai Tanda HRD Tidak Terkesan Denganmu saat Interview

4. Pesan tiket transportasi dan penginapan

Nah, setelah memutuskan untuk berangkat ke luar kota untuk wawancara , tips selanjutnya adalah mencari transportasi dan penginapan.

Dilansir dari The Balance Careers, kami mencari hemat dengan mencari akomodasi dan transportasi yang murah.

Hal ini dilakukan untuk menghemat pengeluaranmu, sebab di era sekarang, kamu bisa mencari hotel dan tiket transportasi, entah itu kereta, pesawat, atau melalui aplikasi. Jadi, kamu tidak perlu kerepotan lagi.

Pastikan hotel yang kamu pesan lokasinya dekat dengan tempat wawancara. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko datang terlambat saat wawancara .

5. Pahami kota tujuanmu

Tips selanjutnya saat menjalani wawancara di luar kota adalah kamu dapat mengenali kota terlebih dahulu jika sedang terburu-buru.

Mengapa hal ini dilakukan? Sebab, apabila nanti diterima di perusahaan tersebut, kamu sudah tahu daerah-daerah di sekitar perusahaan, seperti kafe, kos, dan tempat-tempat lainnya.

Hal tersebut akan memudahkan Anda untuk beradaptasi lebih cepat dengan lingkungan di sekitar.

jika demikian, jika kamu sedang ada kegiatan lain, sebaiknya lakukan hal ini nanti saja.

6. Jangan Lupa Mem-Follow Up

Lalngkah yang terakhir ketika kamu mau interview kerja di luar kota adalah memfollow up setelah wawancara. Untuk melakukan ini, Anda dapat mengirim email ke perekrut.

Tidak ada salahnya menerima jika nantinya Anda melakukan penawaran gaji ke perusahaan untuk kebutuhan Anda.

Inilah 6 tips yang dapat Anda lakukan ketika mau intervew di luar kota. Pastikan Anda melakukannya dengan hati-hati.

baca juga: Kerja di Akhir Pekan, Apakah Hal Ini Disarankan?

Karena wawancara di luar kota memakan banyak biaya dan tenaga. Dan ketika Anda siap untuk wawancara, jangan lupa untuk menjaga kesehatan Anda.

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Bagi Anda yang bukan seorang pekerja shift, bekerja di akhir pekan itu sangat amat tidak disarankan, lho! Mengapa begitu?

Coba kamu bayangkan saja, kamu sudah mengeluarkan tenaga waktu di hari kerja, duduk di depan layar dan bekerja selama berjam-jam.

Dan untuk waktu akhir pekan yang seharusnya dijadikan momen istirahat atau berkumpul bersama keluarga, justru digunakan untuk menyelesaikan tugas yang masih juga belum rampung.

Nah, Jobnas sudah menyiapkan beberapa penjelasan mengapa kamu tidak disarankan untuk menghabiskan akhir pekanmu dengan bekerja beserta dampak buruknya.

Rentan Stres dan Penyakit

Ketika kamu tidak memiliki waktu untuk istirahat setelah bekerja atau bahkan bekerja juga di akhir pekan, besar kemungkinan di dalam diri kamu akan merasa stres secara terus-menerus.

Dilansir dari Payscale, komitmen berlebihan ke pekerjaan dapat meningkatkan stres dan menurunkan produktivitas.

Sehingga nantinya, kualitas pekerjaan yang akan di hasilkan pun akan menurun, di karenakan kondisi badan dan juga kondisi mental yang sedang tidak fit.

Dan ketika hal itu sedang terjadi pada diri Anda, maka salah satu konsekwensi logisnya adalah akan bisa mengalami burn out yang akan membuat kamu semakin mempengaruhi performa kerja dan juga kondisi fisik.

Baca Juga: 3 tips Quality Time untuk Pasangan yang Sibuk Kerja

Menormalkan Workaholism

Workaholism dapat diartikan kecanduan kerja, atau juga bisa disebut kerja yang berlebihan yang nantinya akan berefek pada taraf kecanduan.

Dalam upaya untuk mendefinisikan pecandu kerja, beberapa peneliti telah menetapkan persyaratan kuantitatif, diantaranya jumlah jam kerja per minggu menentukan kerentanan terhadap pecandu kerja.

Namun, jumlah jam kerja tidak dengan sendirinya mengindikasikan pecandu kerja. Jam kerja seseorang yang panjang dapat dijelaskan oleh beberapa alasan eksternal, seperti kebutuhan akan uang atau suasana organisasi (yaitu suasana umum tempat kerja).

Workaholism, di sisi lain, mungkin secara intrinsik termotivasi untuk bekerja berjam-jam karena mereka tidak dapat melepaskan diri dari pekerjaan.

Dengan menormalkan budaya kegiatan bekerja di akhir pekan, maka secara otomatis Anda juga bisa menormalkan workaholism.

Dan, orang yang termasuk ke dalam kategori workaholic dia yang akan selalu bekerja yang di karena kan bukan keinginan diri sendiri, akan tetapi dari sebuah dorongan atau paksaan dari dalam diri.

Padahal kebiasaan seperti ini sangatlah tidak baik bagi kesehatan mental dan juga fisik dalam diri. Ketika kamu yang terus-menerus melakukan pekerjaan, karena fungsi otak akan menjadi selalu berat dan tidak ada waktu untuk rehat.

Dengan begitulah, pekerjaan dan kesehatanmu justru akan lebih terdampak. Bahkan kualitas yang akan diberikan juga akan menurun, kesehatan juga akan menurun dikarenakan tidak pernah berhenti bekerja.

Menurunkan Produktivitas

Melansir Harvard Business Review, salah satu alasan mengapa orang masih sering bekerja di akhir pekan adalah karena dianggap menimbulkan rasa produktif dan memang mereka menyukai pekerjaannya.

Padahal kebiasaan seperti ini justru bisa menurunkan produktivitas kerja di hari kerja atau bahkan secara keseluruhan.

Cara untuk mengatasi hal seperti ini adalah dengan bekerja keras setiap Senin sampai Jumat, membuat batasan jelas antara kehidupan profesional dan pribadi, lalu benar-benar tidak menyentuh waktu kerja di akhir pekan.

Dengan cara membuat batasan tersebut, kamu bisa jadi lebih produktif di waktu kerja yang seharusnya, dan menikmati waktu luang secara optimal.

Tidak Ada Waktu untuk Diri Sendiri

Alasan lain mengapa tidak disarankan untuk bekerja di akhir pekan adalah kamu jadi tidak punya waktu untuk diri sendiri.

Setelah mendedikasikan Senin sampai Jumat untuk kerja, pasti kamu ingin melakukan hal berbeda di akhir pekan.

Misalnya menjalankan hobi, menghabiskan waktu untuk keluarga, atau mungkin memanjakan diri dengan melakukan perawatan.

Kalau sampai akhir pekan masih juga menyelesaikan pekerjaan, kapan lagi waktu untuk melakukan kegiatan yang digemari?

Padahal, melakukan kegiatan yang diinginkan merupakan salah satu cara agar kamu tidak stres dan bsia hidup seimbang.

Itu dia berbagai macam alasan mengapa kamu tidak disarankan untuk bekerja di akhir pekan.

Jadi, kalau kamu membaca artikel ini di akhir pekan dan masih membuka email kerja, stop dulu.

Beri waktu bagi badan dan pikiran untuk beristirahat sejenak, jangan sampai burnout dan tidak punya waktu untuk diri sendiri.

Biasakan untuk bekerja di hari kerja saja, kecuali kalau kamu memang pekerja shift yang punya jadwal di hari Sabtu dan Minggu.

Baca juga: Raih Pekerjaan Impian dengan Ragam Contoh CV Desain Grafis

Terlalu terbiasa bekerja di akhir pekan, padahal sudah tahu dampak buruknya? Kamu bisa mendiskusikan permasalahan ini di Jobnas Komunitas.

Iwan Bisa
1 tahun yang lalu
0

Jobnas.com – Kalian mau jadi seseorang desainer grafis? Telah ketahui contoh serta metode membuat CV yang cocok buat pekerjaan di bidang desain grafis? Tidak bisa dimungkiri, industri hendak mempunyai ekspektasi spesial buat CV Desain Grafis. Terkadang, CV para desainer ini wajib nampak lebih unik serta berbeda dari yang yang lain.

Kenapa demikian? Karena, perihal ini pula hendak memastikan karakteristik khas dari dirimu yang nantinya hendak menolong memastikan branding suatu industri pula. Kemudian, gimana contoh CV desain grafis yang bisa membuat kamu dilirik para rekruter?

Buat CV dengan Sentuhan Khas Dirimu

Kala mau melamar pekerjaan dalam bidang desain grafis, tidak hanya menampilkan sebagian hasil karya, kalian pula wajib dapat membagikan desain CV yang beda serta kreatif.

Baca juga: Kenali 7 Indikasi Seseorang Alami Superiority Complex

Salah satu metode yang dapat kalian jalani supaya CV kalian berbeda dari yang lain merupakan dengan metode membagikan sentuhan ataupun karakteristik khas dari dirimu sendiri. Ada bermacam berbagai contoh layout CV desain grafis, ataupun kalian dapat membuat layout karakteristik khasmu sendiri pula.

Terdapat sebagian berbagai contoh CV desain grafis yang sangat unik serta bisa jadi untuk sebagian orang lumayan ekstrem, semacam:

  • CV berupa box
  • CV dengan desain menyamai Business card

Di luar 2 contoh tersebut, kalian pula dapat meniru contoh CV dalam wujud lembaran pada biasanya. Berikut merupakan sebagian contoh yang dikutip dari visualcv serta Canva.

  • Cantumkan Portfolio yang Menarik serta Sesuai

Dalam mencantumkan portofolio bersama dengan contoh CV desain grafis, kalian tidak dapat asal- asalan memasukkan seluruh hasil karyamu. Terdapat sebagian perihal yang senantiasa wajib kalian perhatikan dalam membagikan portofolio:

1. Memilih hasil karyamu yang sangat terbaik

Kala kalian hendak mencantumkan portofolio dalam CV desain grafis, sebisa bisa jadi kalian memilah mana hasil karyamu yang sangat terbaik serta mempunyai ketertarikan yang besar. Jangan masukan seluruhnya begitu saja, sebab tujuannya merupakan supaya industri dapat memandang nilai jual yang besar dari segala desain yang sudah kalian kerjakan.

Baca Juga : Ingin Jadi Sales Representative yang Profesional? Wajib Kuasai 5 Skill Ini

Kumpulkan segala hasil karyamu serta sortir ataupun urutkan dari hasil yang sangat terbaik hingga yang biasa saja. Klien maupun recruiter umumnya hendak memandang 3- 5 hasil yang ada di dini. Dari mari nanti klien hendak memastikan apakah skill kalian cocok yang mereka mau.

2. Buatlah suatu web buat Menunjukkan Hasil Karyamu

Metode sangat gampang buat mengumpulkan segala hasil karyamu merupakan dengan membuat suatu web ataupun web media sosial. Tidak hanya menyimpannya buat kepentingan tugas serta cuma buat dirimu, kalian pula wajib dapat menunjukkan hasil karyamu di platform yang lain.

Tujuan dari membuat platform lain buat portofolio ini supaya klien hendak dengan gampang memandang segala hasil karyamu. Tidak hanya itu, jangan kurang ingat buat yakinkan pula kalau kalian memakai layout web yang sederhana serta gampang dilihat oleh para klien.

3. Buat Tampilan secara Menarik serta Unik

Tidak lumayan cuma meniru contoh CV desain grafis yang baik, gunakanlah kesempatanmu dalam menunjukkan portofolio dengan baik. Pada sesi ini, kamu dapat pula membagikan sedikit bagian menimpa latar balik dirimu serta uraian menimpa project yang kalian telah kerjakan. Tujuannya biar kalian bisa tingkatkan kesempatanmu buat diseleksi oleh klien, terlebih bila kalian mempunyai ide- ide karya yang unik serta berbeda.

Masukkan Referensi

Selaku seseorang desainer grafis, lebih dahulu kalian bisa jadi telah mengerjakan sebagian pekerjaan dengan klien. Meski klien kalian masih hanya sahabat dekatmu juga tidak apa. Malah lewat teman- temanmu merupakan dini yang baik dalam mengawali pekerjaan. Mempunyai rujukan ataupun saran ini jadi salah satu perihal yang berarti kala kalian melamar pekerjaan desain grafis.

Hingga dari itu, jagalah ikatan yang baik dengan segala klien. Nantinya mereka juga dapat membagikan review terhadap pekerjaan yang telah kalian kerjakan. Alasannya, klien kalian inilah yang nantinya dapat membagikan saran kepada orang lain untukmu serta memperluas lingkup kerjamu.

Baca Juga : Supaya Videomu Dilihat Banyak Orang, Pelajari Rahasia Algoritma YouTube

Gimana? Kalian saat ini nyatanya telah kian percaya buat mulai merambah dunia desain grafis. Bila terdapat perihal yang belum kalian miliki, ini merupakan dikala yang pas buat membangun CV kalian lewat sebagian panduan serta contoh CV desain grafis di atas.

Bila CV- mu telah siap, kalian dapat mulai membidik pekerjaan impianmu. Itulah penjelasan Jobnas.com mengenai beberapa contoh CV desain grafis untuk mengejar impianmu.