Mengetahui User lewat Empathize dalam Design Thinking

Mengetahui User lewat Empathize dalam Design Thinking

Jobnas.com – Empathize di dalam proses Design Thinking merupakan jawaban bagaimana cara mendesain produk dengan melibatkan pengguna. Nah, apa saja yang mesti kamu lakukan di tahap ini ?. Lalu, apa manfaatnya untuk produkmu ?. Yuk, simak penjelasannya dari Jobnas.com. 

Pengertian Empathize dalam Design Thinking

Empathize merupakan salah satu tahap dalam design thinking. Seperti namanya, di tahap pertama ini, kamu dituntut untuk memahami pengguna. Nah, apa saja tantangan mereka saat menggunakan sebuah produk ? 

Baca Juga : Apa itu Inflasi? Berikut Penjelasan Lengkap beserta 4 Penyebab Terjadinya Inflasi

Agar kamu lebih fokus untuk mendengar mereka saja dan mengesampingkan asumsi-asumsimu soal pengguna, hal ini mungkin upaya yang dapat kamu lakukan, seperti dilansir dari UX Collective. 

Berdasarkan artikel yang terbit di Journal of Engineering Design, empathize bisa dibagi menjadi 4 tahap, yaitu:

1. Discovery

Ini merupakan fase awal empathize dalam design thinking. Kamu akan “berkenalan” pengguna. Setelah itu, kamu “mendekat” pada mereka. Terkadang, masalah user tak selalu dapat diungkap secara pasti. Nah, ini lah pentingnya kamu melakukan tahap ini. 

2. Immersion

Dalam tahap ini, kamu benar-benar “masuk” ke dalam kehidupan mereka. Dengan kata lain, kamu dapat melakukan pengamatan mendalam dalam tahapan ini.

Baca juga: Perhatikan 4 Hal ini Apabila Pekerjaanmu Tidak Sesuai Harapan

3. Connection

Setelah masuk, kamu akan mengamati pengguna dari dekat. Di tahap inilah pemahaman pengguna benar-benar dilakukan. Apa yang mereka butuhkan? Apa saja masalah atau tantangan yang mereka hadapi? Kamu akan menemukan jawabannya di fase ini.

4. Detachment

Hal terakhir yang dapat kamu lakukan setelah masuk ke dalam pikiran user dan memahami mereka, adalah saatnya “kembali” menjadi desainer produk. Apa yang kamu dapatkan dapat dipelajari lagi. Setelah itu, kamu siap masuk ke tahap kedua design thinking bernama define.

Metode Empathize dalam Design Thinking

Mungkin kamu bisa jadi masih belum paham teknis pelaksanaan dari tahap ini, setelah membaca definisi tadi. Tenang saja, Jobnas.com akan memberikan penjelasan yang lebih detail. Melansir Career Foundry, empathize punya beberapa metode, yaitu:

1. Empathy Interview

Metode empathize dalam design thinking pertama adalah wawancara. Tanya saja pengguna soal kebutuhan dan tantangan yang mereka punya. Pertanyaan harus bersifat terbuka. Hal ini disebabkan karena kita ingin mendengar pendapat mereka secara komprehensif, bukan sebaliknya. 

Baca Juga : Bagaimana Cara Menjadi MC yang Baik? Perhatikan 5 Skill Ini

2. Observasi

Metode observasi membuat kamu bisa meminta mereka merekam layar saat sedang menggunakan produkmu. Selain itu, kamu juga bisa meminta mereka mencatat tiap kali kesulitan menggunakan produkmu.

3. Memahami Extreme User

Biasanya pengguna biasa memiliki kebiasaan dan keluhan yang sangat berbeda dengan extreme user. Extreme user biasanya jadi minoritas. Hal ini bukan berarti kamu boleh mengabaikannya di tahap empathize dalam design thinking. Mereka biasanya tahu masalah yang tak diungkapkan oleh pengguna lainnya. Untuk membuat produkmu semakin baik lagi, jadi kamu bisa mendengarkan mereka.

4. Tanya apa, bagaimana, dan mengapa

Dari data perilaku user, kamu bisa melempar tiga pertanyaan:

  • Apa yang terjadi, misalnya mencari fitur aplikasi lewat Search Bar, bukannya langsung ke fitur
  • Bagaimana ekspresi mereka saat melakukan sesuatu, misalnya merasa kesulitan, kebingungan, dan lain-lain
  • Mengapa, berkaitan dengan mencari alasan masuk akal di balik perilaku user tersebut.

5. Empathy Map

Peta empati merupakan tool empathize lain yang bisa kamu pilih. Ini adalah metode pemetaan masukan pengguna menjadi 4 kelompok. Kelompok-kelompok itu adalah:

  1. Says, apa yang dikatakan pengguna saat diwawancara.
  2. Thinks, apa yang dipikirkan user saat menggunakan produk.
  3. Does, apa yang dilakukan pengguna saat ada masalah, misalnya me-Refresh halaman.
  4. Feels, apa yang dirasakan user saat menggunakan produk

Baca Juga : Hati-hati dengan Penggunaan False Advertising, Bisa Berdampak Buruk

Demikian penjelasan dari Jobnas.com. Setelah membacanya, kamu tentu sudah memahami seluk beluk tahap empathize dalam design thinking. Selain empathize, masih ada banyak metode atau teori lainnya di dunia desain produk. Agar kamu selalu lebih unggul dari kompetitor, pelajari semua itu yuk di Jobnas.com. 

0
235