Ingin Bekerja di Perusahaan Luar Negeri? Offshore Outsourcing Solusinya

Google News
Ingin Bekerja di Perusahaan Luar Negeri Offshore Outsourcing Solusinya
Ingin Bekerja di Perusahaan Luar Negeri Offshore Outsourcing Solusinya

Jobnas.com – Outsourcing lepas pantai adalah sistem perekrutan yang sedikit berbeda dari yang biasa kita lakukan.

Karena ini adalah sistem asing, dua negara berbeda terlibat. Namun, ini tidak berarti kalian harus meninggalkan negara asal untuk bekerja. Sistem tersebut melibatkan pihak ketiga yang menempatkan karyawan pada perusahaan yang membutuhkannya.

Lalu bagaimana cara kerja offshore outsourcing yang sangat populer di berbagai negara? Dalam artikel ini, kita akan mempelajari definisi, jenis pekerjaan yang dapat dialihdayakan, serta pro dan kontra bagi perusahaan dan karyawannya!

Apa itu Offshore Outsourcing?

Offshore Outsourcing adalah sistem kerja sama dengan pihak ketiga atau perusahaan luar untuk merekrut tenaga kerja. Karyawan perusahaan eksternal ini bekerja untuk perusahaan perekrutan di berbagai negara. Misalnya, sebuah perusahaan Amerika memutuskan untuk bekerja sama dengan perusahaan yang menawarkan jasa outsourcing dari Indonesia.

Berikut cara pekerja pihak ketiga di Indonesia bekerja dari jarak jauh tanpa harus pergi ke AS atau menjadi pekerja rumahan di perusahaan perekrutan. Secara umum, offshore outsourcing dibutuhkan untuk area kerja tertentu, seperti IT.

Keputusan biasanya dibuat untuk menghemat biaya operasional dan menarik karyawan berkualitas tinggi. Oleh karena itu, perusahaan yang mencari pihak ketiga untuk kerjasama outsourcing asing umumnya lebih memilih negara dengan biaya tenaga kerja yang lebih rendah.

Jenis-jenis Offshore Outsourcing

Jenis bisnis yang paling sering membutuhkan outsourcing adalah proses bisnis, infrastruktur, serta teknologi dan informasi.

1. Pengalihdayaan Proses Bisnis

Pengalihdayaan proses bisnis adalah jenis pengalihdayaan yang dilakukan perusahaan untuk bidang utama yang mendukung bisnis inti mereka. Contoh tugas yang harus dialihdayakan adalah layanan pelanggan, penggajian, akuntansi, dan lainnya.

2. Outsourcing Infrastruktur dan Teknologi

Infrastruktur dan outsourcing teknologi dilakukan di area yang mendukung operasi bisnis umum. Beberapa bidang di mana banyak perusahaan sedang mempertimbangkan outsourcing lepas pantai adalah jaringan, layanan teknologi, dukungan teknologi, dan lain-lain.

Saat ini, outsourcing TI adalah salah satu yang paling dibutuhkan. Di luar kategori ini, perusahaan bebas memilih fungsi bisnis mana yang akan dialihdayakan.

Keuntungan dari Offshore Outsourcing

1. Mengembangkan Bisnis dengan Cepat

Outsourcing adalah cara yang cukup cepat dan mudah untuk mengembangkan bisnis kalian. Pekerjaan karyawan outsourcing biasanya mendukung tugas-tugas yang tidak sentral tetapi sangat penting.

Dengan memastikan bahwa kalian mendelegasikan tugas-tugas ini kepada individu yang berkompeten, ada lebih banyak waktu untuk tim inti perusahaan. Hal ini memungkinkan setiap orang untuk fokus pada aktivitas kritis bisnis untuk lebih mengembangkan perusahaan.

2. Keterampilan yang Sesuai

Secara umum, outsourcing lepas pantai adalah keputusan perusahaan untuk mempekerjakan orang dengan keterampilan khusus. Meski orang-orang baik ini tidak tinggal di negara yang sama, jarak tidak menjadi masalah.

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan karyawan berkualitas yang mereka inginkan. Sebagai karyawan dengan keahlian khusus, kami juga dapat menerima gaji yang lebih tinggi daripada domestik.

3. Murah

Menurut Pemrosesan Bisnis Lepas Pantai, hingga 80% biaya dapat dihemat dengan cara ini. Berkat kemungkinan outsourcing asing, perusahaan tidak perlu menyewa gedung yang lebih besar. Hal ini tentu saja merupakan hal yang sangat baik bagi para pengusaha. Namun bukan hanya para pelaku bisnis yang mendapatkan keuntungan dari keuntungan tersebut.

Offshore Outsourcing adalah cara yang cukup efektif untuk mengurangi biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk pekerjaan. Pekerja outsourcing juga dapat bekerja dari negara asalnya tanpa harus pindah ke negara lain dan menghadapi biaya hidup yang lebih tinggi.

Kerugian dari Offshore Outsourcing

1. Minim Pengawasan

Yang pertama, Karena jarak yang jauh, sulit untuk memeriksa dan mengontrol. Mencapai kualitas yang baik juga bisa menjadi tantangan bagi perusahaan. Untuk mengatasi hal ini, dapat dibuat instruksi SOP yang jelas dan peraturan tentang kualitas pekerjaan yang diinginkan saat memutuskan outsourcing asing.

2. Kesulitan Bahasa

Yang kedua, Salah satu kelemahan outsourcing asing adalah kemungkinan masalah pemahaman bahasa, meskipun bahasa Inggris adalah bahasa standar internasional. Untuk menghindari hal tersebut, perlu dipastikan bahwa kedua belah pihak dapat menggunakan dan memahami bahasa yang sama dengan baik.

3. Risiko Keamanan

Yang ketiga, Jika kalain memutuskan untuk melakukan outsourcing ke luar negeri, risiko keamanan mungkin muncul. Tingkat risiko dapat bervariasi sesuai dengan sifat bisnis dan tugas atau tugas yang dilakukan oleh pekerja outsourcing.

Secara umum, risiko terbesar dengan informasi sensitif. Informasi ini dapat bocor jika pihak lain tidak menjaga rahasia dengan baik. Itulah mengapa penting untuk menandatangani perjanjian kerahasiaan.

Baca juga: Onshore Outsourcing Sebagai Alternatif untuk melengkapi Fungsi Operasi Bisnis

Inilah yang dapat dijelaskan oleh Jobnas tentang outsourcing. Ternyata tidak hanya menguntungkan perusahaan saja, tapi banyak juga keuntungan yang dapat kalian raih dari. Jika kalian benar-benar tertarik untuk bekerja dengan sistem ini, kalian dapat mencoba mendaftar di Jobnas.

Seperti apa pekerjaan yang kalian impikan? Kalian bisa menemukannya di sini. Di Jobnas banyak sekali lowongan kerja kalian dapat mencarinya di mana saja dan kapan saja.