Bosan Kerja? Coba Kembangkan Budaya Perusahaan dengan 5 Hal Ini!

Google News
Bosan Kerja? Coba Kembangkan Budaya Perusahaan dengan 5 Hal Ini!
Bosan Kerja? Coba Kembangkan Budaya Perusahaan dengan 5 Hal Ini!

Jobnas.com – Bekerja di Perusahaan Impian Anda dengan peran yang sesuai dengan minat Anda pasti menyenangkan, namun terkadang, ada perasaan bahwa pekerjaan menjadi sangat membosankan.

Mungkin bukan karena pekerjaanmu sendiri, tapi karena lingkungan kerjamu tidak sesuai dengan kepribadianmu.

Tentu tidak bisa disalahkan sepenuhnya, karena Anda harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan Budaya Perusahaan tempat Anda bekerja.

Padahal, lingkungan kerja dibentuk berdasarkan budaya perusahaan atau budaya perusahaan yang diterapkan oleh perusahaan itu sendiri.

Misalnya, masih ada perusahaan yang mengharuskan Anda memanggil atasan Anda tuan atau nyonya. Hal kecil seperti ini bisa menimbulkan kebosanan dan kebosanan dalam bekerja.

Beberapa poin ini bisa Anda terapkan untuk mengurangi kebosanan Anda dengan budaya perusahaan tempat Anda bekerja dengan mengubah cara pandang.

Cara Kembangkan Budaya Perusahaan

1. Menulis untuk diri sendiri

Tanpa disadari, menulis dapat memberikan dampak yang besar. Sebenarnya otak manusia suka menulis dengan cara yang menarik dan lebih mudah.

Nah, Anda bisa menggunakannya untuk beradaptasi dengan budaya perusahaan tempat Anda bekerja.

Namun, menulis dan beradaptasi dengan budaya perusahaan adalah dua hal yang berbeda.

Anda bisa mencobanya dengan menulis kutipan motivasi untuk menyemangati hari kerja Anda.

Tulisan Anda tidak hanya membantu Anda bersemangat, tetapi juga  membantu Anda mengingat berbagai hal.

Ini bukan hanya tentang pekerjaan, Anda bisa mulai mencoba menulis hal-hal lain, seperti menulis hal-hal yang harus Anda syukuri setiap hari, upaya apa  yang dapat Anda lakukan untuk cepat beradaptasi dengan budaya perusahaan,  apa saja  yang dapat membantu rekan Anda meningkatkan aktivitasnya .

Untuk beradaptasi dengan budaya perusahaan, Anda beradaptasi dengan lingkungan kerja Anda, dari tempat kerja hingga rekan kerja.

Anda dapat mencoba menulis di buku catatan, catatan, atau buku catatan.

2. Memberikan apresiasi kepada rekan kerja

Jika rekanan jarang atau jarang dinilai, hal ini dapat merusak budaya perusahaan yang sudah ada.

Beberapa dari Anda pasti memiliki perasaan  tidak enak bahwa usaha Anda tidak dihargai di tempat kerja.

Selain membuat Anda bermalas-malasan secara optimal, tidak menerima atau menunjukkan pengakuan dapat merusak budaya perusahaan, mulai dari hubungan dengan  rekan kerja hingga sistem kerja.

Bayangkan jika Anda terus berterima kasih kepada rekan Anda. Tentunya rekan kerja merasa lebih dihargai atas pekerjaannya, hal ini dapat menjadi motivasi tersendiri untuk meningkatkan hasil kerjanya.

Anda dapat mencoba mengungkapkan penghargaan dengan kata-kata sederhana seperti “Kerja bagus di acara terakhir!” atau “Pekerjaan Anda dalam mengembangkan situs web perusahaan luar biasa!” Plus, Anda dapat mengirim kartu ucapan atau email langsung ke rekan kerja untuk pengakuan yang lebih berkesan.

Berkat hal kecil ini, rekan kerja Anda akan merasa nyaman dengan budaya perusahaan tempat Anda bekerja. Selain itu, Anda tidak perlu ragu untuk melakukan ini jika tidak ada seorang pun di perusahaan Anda yang pernah melakukan hal serupa sebelumnya.

3. Memberikan masukan positif untuk mengembangkan budaya perusahaan

Tentu saja, tidak semuanya bisa berjalan seperti yang diharapkan. Beberapa kolega Anda memiliki keterampilan lebih dari yang mereka tunjukkan, ada juga yang mencoba yang terbaik tetapi tidak memberikan hasil yang layak.

Kesalahan seorang manajer adalah ketika dia gagal memimpin timnya ke tujuan yang telah ditetapkan. Tapi apa kesalahan yang lebih besar jika manajer tidak bisa membantu anggota tim untuk memecahkan masalah atau bahkan menghina mereka di depan orang lain.

Jika semua manajer di perusahaan tempat Anda bekerja melakukan hal ini, bisa dipastikan budaya perusahaan semakin hari semakin buruk.

Jika Anda mengharapkan kolega Anda membawa hasil kerja yang positif bagi perusahaan, berikan kontribusi positif yang membantu mereka berkembang.

Dengan memberikan umpan balik yang positif, rekan kerja Anda akan terus merasa dihargai dan ingin lebih berkembang lagi.

Memberikan umpan balik positif bukanlah hal baru bagi perusahaan, karena sudah menjadi bagian tersendiri dari budaya perusahaan.

Anda bisa mencoba memberikan feedback positif mulai dari mengatur waktu sendiri, memberikan saran kerja, hingga menawarkan buku atau artikel positif yang membantu rekan kerja Anda berkembang.

Baca Juga: Mengenal Berbagai Hambatan Komunikasi di Kantor, Agar Kerjamu Lebih Efektif 

4. Menerima kritik yang membangun

Sebagian dari kita sangat membenci kritik. Selain merusak budaya perusahaan, mengabaikan kritik juga dapat menghambat perbaikan diri.

Bayangkan 90% rekan kerja Anda tidak suka kritikan, tentu sulit bagi perusahaan untuk berkembang meski telah menerapkan budaya perusahaan yang benar.

Anda membutuhkan kritik dari orang lain untuk mengembangkan keterampilan dan karakter Anda.

Tidak dapat disangkal bahwa beberapa orang membuat kritik yang agak keras, dan tentu saja kritik yang membangun tidak boleh diterima sama sekali.

Misalkan seseorang mengkritik Anda karena sangat berbakat dalam desain. Jika Anda berprofesi sebagai desainer grafis, kritik ini sebenarnya tidak terlalu membangun.

Anda juga bisa mencoba menerima kritik dengan memikirkan hal positif apa yang bisa Anda gunakan kritik itu untuk memperbaiki diri dan budaya perusahaan tempat Anda bekerja.

5. Mengucapkan terima kasih

Banyak orang menerima rasa terima kasih begitu saja. Meski begitu, sebagian dari kita terbiasa tidak menerima pujian.

Namun, jika hal ini dibiarkan terus menerus, jelas dapat merusak budaya perusahaan yang sudah ada.

Mengucapkan terima kasih sebenarnya adalah bagian dari pengakuan. Karena berterima kasih kepada Anda adalah tanda bahwa Anda menghargai apa yang dilakukan rekan Anda.

Itulah mengapa mengucap syukur sangatlah penting, karena selain dapat mengembangkan karakter syukur juga dapat mengembangkan budaya perusahaan.

Karena sudah terbiasa baik di kantor maupun di luar kantor. Tentunya hal tersebut dapat membentuk citra perusahaan tempat Anda bekerja.

Membiasakan diri dengan budaya syukur bisa membuat Anda bahagia dalam bekerja, karena tanpa disadari, Anda mensyukuri apa yang Anda atau rekan Anda lakukan.